Estimasi Volume Limpasan Untuk Desain Drainase Pertambangan Berbasis Data Penginderaan Jauh Pada Lokasi Penambangan Batugamping PT. Sdic Papua Cement Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat
ALDI FARIZ VALDERAMA, Dr. Sudaryatno, M.Si. ; Dr. Taufik Hery Purwanto, S.Si., M.Si.
2021 | Tesis | MAGISTER PENGINDERAAN JAUHPenambangan adalah salah satu kegiatan yang dilakukan untuk mengambil sumberdaya yang ada pada suatu lokasi. Kegiatan penambangan terdiri dari proses penggalian, pemuatan dan pengangkutan. Kegiatan penambangan tidak efisien disaat salah satu proses mengalami gangguan. Pada kegiatan pengangkutan hal yang menggangu tingkat efisiensi yaitu kurang baiknya kondisi jalan tambang, genangan air yang terdapat di jalan tambang adalah penyebab utama, untuk mengatasi masalah dilakukan penambahan drainase untuk mengurangi adanya genangan air. Pada PT. SDIC Papua Cement saat ini belum ada drainase pada daerah penambangan sehingga untuk menghindari kondisi tergenangnya air dilakukan perhitungan untuk desain drainase, Dalam proses perhitungan untuk mendapatkan hasil dimensi drainase diawali oleh penggunaan metode Hassing dengan menggunakan data penginderaan jauh serta Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk mendapatkan koefisien limpasan (C). Hasil koefisien limpasan kemudian dimasukan sebagai salah satu variabel dari metode rasional yang digunakan untuk menghitung debit puncak (Qmax). Hasil perhitungan dari debit puncak ini digunakan untuk menghitung desain drainase dengan menggunakan metode penampang ekonomis untuk mendapatkan dimensi yang dinilai paling baik untuk lokasi penambangan. hasil dari uji akurasi data penginderaan jauh didapatkan hasil 90,1%. Hasil dari debit puncak digunakan untuk perhitungan desain drainase. Pada lokasi PT. SDIC Papua Cement didapatkan hasil koefisien limpasan dengan metode Hassing sebesar 0,51. Hasil perhitungan debit maksimal sebesar 0,30 m³/det. Berdasarkan hasil debit puncak ini didapatkan hasil geometri drainase dengan lebar dasar drainase 0,39 meter, tinggi permukaan air 0,47 meter, tinggi jagaan 0,4 meter, tinggi total drainase 0,88 meter, lebar permukaan air 1,33 meter dan lebar atas drainase sebesar 1,73 meter. Berdasarkan hasil simulasi dengan memanfaatkan perangkat lunak HEC-RAS, dimensi tersebut dinilai telah mampu mengatasi permasalahan air limpasan pada lokasi jalan tambang. Meskipun terdapat lokasi yang kemungkinan besar dapat terjadi potensi luapan namun ketika intensitas curah hujan berkurang air dapat langsung mengalir keluar dari titik luapan.
Mining is activities to carried out to extract existing resources at a location. Mining activities consist of the process of excavating, loading and transporting. Mining activities will not efficient when one of the processes not work properly. In transportation activities, things that interfere with the level of efficiency are the poor condition of the mine road, a puddle of water contained in the mine is the main cause, to overcome the problem of the addition of drainage to reduce the puddle. There is no drainage At PT. SDIC Papua Cements mining area so to avoid this conditions to a flood of water need calculations for the design of drainage. In the calculation process to obtain the results of drainage dimensions is initiated by the use of hassing method assisted by remote sensing data and Geographic Information System (SIG) to obtain runoff coefficient (C). The result of the runoff coefficient is then entered as one of the variables of the rational method used to calculate peak discharge (Qmax). This peak discharge is used to calculate drainage design using economical cross-sectional methods to obtain the best rated dimensions for mining sites. the result of the accuracy test of remote sensing data obtained a yield of 90.1%. The result of the peak discharge is used for the calculation of drainage design. At the location of PT. SDIC Papua Cement obtained the result of runoff coefficient with Hassing method of 0.50. The maximum discharge calculation result is 0.30 m³/s. Based on the results of this peak discharge obtained by the result of drainage geometry with a drainage base width of 0.39 meters, water surface height of 0.47 meters, height of guard 0.4 meters, total height of drainage 0.88 meters, water surface width of 1.33 meters and width of drainage of 1.73 meters. Based on the results of the simulation by utilizing HEC-RAS software, the dimension is considered to have been able to overcome the problem of runoff water at the mine road site. Although there are locations that are most likely to occur potential overflows but when the intensity of rainfall is reduced water can directly flow out of the overflow point.
Kata Kunci : Desain Drainase, Metode Hassing, Penginderaan jauh, Geographic Information System (GIS), Debit Puncak (Qmax)