Kajian Kesetaraan Gender Berdasarkan Capaian Indeks Pembangunan Gender di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019
DHIA FAUZIA RAHMAN, Alia Fajarwati, S.Si., M.IDEA
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHProvinsi Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan pembangunan infrastruktur yang lebih memberikan kemudahan akses terhadap fasilitas dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti kesehatan, pendidikan dan kegiatan ekonomi memiliki capaian IPG masih berklasifikasi medium-high sehingga diperlukan berbagai kajian agar dapat meningkatkan kesetaraan gender. Tujuan penelitian ini adalah (1) menganalisis indikator yang paling berpengaruh terhadap capaian IPG Provinsi Jawa Tengah tahun 2019, (2) mengklasifikasikan dan memetakan tingkat kesetaraan dalam capaian IPG masing-masing Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 dan (3) mendeskripsikan kondisi, kebijakan dan program yang ada dalam Provinsi Jawa Tengah serta berbagai Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Tengah sebagai upaya untuk mewujudkan kesetaraan gender. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan metode kombinasi desain sequential explanatory. Metode kuantitatif menggunakan teknik analisis data berupa analisis statistik deskriptif, analisis statistik inferensial model regresi dan analisis spasial. Metode kualitatif menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dengan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang berupa data statistik, data spasial, data dari penelitian sebelumnya serta dokumen perencanaan yang terkait kesetaraan gender. Hasil dari penelitian ini ialah indikator paling berpengaruh terhadap capaian IPG di Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 adalah indikator pengeluaran perkapita perempuan yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi perempuan. Distribusi spasial capaian nilai IPG kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2019 memiliki pola mengelompok dengan kota sebagai pusat pengaruhnya. Upaya mewujudkan kesetaraan gender di Provinsi Jawa Tengah dilakukan melalui berbagai kebijakan dan program yang salah satunya merujuk pada peningkatan partisipasi perempuan dalam kegiatan ekonomi sehingga memiliki relevansi terhadap model regresi yang dibuat, sementara upaya kabupaten yang menjadi contoh memiliki karakteristik yang berbeda. Upaya Kabupaten Sukoharjo dalam mewujudkan kesetaraan gender didukung oleh pemerintah, pihak swasta, akademisi serta dari masyarakat yang telah berdaya. Upaya Kabupaten Blora dalam mewujudkan kesetaraan gender didominasi oleh peran Dinsos P3A, sementara Kabupaten Banjarnegara telah didukung oleh pemerintah dan akademisi.
Jawa Tengah Province as one of Province with infrastructure development that provides easier access to basic needs's facilities, its GDI is still on medium-high classification so it's important to do research in order to increase gender equality. The aims of this research are (1) analyze the most influential indicator to Gender Development Index (GDI) of Jawa Tengah Province in 2019, (2) classify and map gender equality based on 2019's GDI of regency or municipality in Jawa Tengah Province (3) describe condition and policies in Jawa Tengah Province and its regency or municipality in achieving gender equality. This research is a descriptive research using mix method with sequential explanatory design. Quantitative method use descriptive statistics analysis, inferential statistics analysis with regression and spatial analysis as data analysis methods. Qualitative method use Systematic Literature Review (SLR) with qualitative descriptive data analysis. The data used in this research is secondary data consist of statistics, spatial data, data from another research and gender equality policies. The result of this research is the most influential indicator to GDI of Jawa Tengah Province in 2019 is female expenditure per capita which is relate to female's economic develpoment. The spatial distribution of 2019's GDI in Jawa Tengah Province have clustering patterns with municipalities as the center of influence. The effort of Jawa Tengah Province in achieving gender equality is using policies that one of them already specified in increasing female participation in economic activity so these findings are relevant with already made regression model. Meanwhile, the effort of Sukoharjo, Blora and Banjarnegara Regency are vary. Sukoharjo Regency's effort is supported by the government, private party, academics and its people which is already empowered. Blora Regency's effort is dominate by Dinsos P3A's role, meanwhile Banjarnegara Regency's effort is supported by the government and academics.
Kata Kunci : kesetaraan gender, pembangunan, Indeks Pembangunan Gender