Laporkan Masalah

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Informasi Spasial, Studi Kasus: Bappeda DIY

MUHAMMAD YUDHA F, Prof. Ir. Achmad Djunaedi, MURP., Ph.D.

2021 | Tesis | MAGISTER PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

Manajemen Informasi Spasial adalah kegiatan untuk memanajemen semua informasi yang memiliki atribut lokasi yang tercantum di dalamnya. Sejak dua tahun yang lalu, Bappeda DIY mulai mendorong penggunaan informasi spasial sebagai acuan dasar dalam melakukan perencanaan rencana pembangunan. Dengan adanya kebutuhan terhadap informasi spasial yang semakin tinggi, Bappeda DIY mulai melakukan kegiatan manajemen informasi agar mampu mencukupi kebutuhan informasi spasial. Kasus yang terjadi di Bappeda DIY ini termasuk unik, hal ini dikarenakan yang dilakukan oleh Bappeda DIY saat ini termasuk dalam kondisi transisi dalam penggunaan informasi spasial untuk perencanaan pembangunan. Oleh karena itu penelitian ini dijalankan dengan desain studi kasus dan pendekatan abduksi. Dengan pendekatan ini penelitian ini mampu memperkaya teori atau pedoman yang sering digunakan dalam dunia Manajemen Informasi, yaitu Model POSMAD dan Model IMGC. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan manajemen informasi adalah faktor sumber daya manusia, teknologi, dan kebijakan. Selain itu hasil dari analisis juga menunjukkan bahwa faktor karakteristik informasi, kebijakan dan regulasi. Dengan adanya temuan-temuan untuk memperkaya teori, penelitian ini bisa dimanfaatkan untuk memperkaya konsep Model POSMAD dan Model IMGC yang sebelumnya sudah sering untuk digunakan.

Spatial Information Management is an activity to manage all information that has a location attribute embedded in it. Since 2018, Bappeda DIY has been encouraging spatial data as an essential reference in planning development plans. With the increasing need for spatial information, Bappeda DIY began to carry out information management activities to meet spatial data needs. The case in Bappeda DIY is unique because Bappeda DIY is in a transitional condition in utilizing spatial information for development planning. Therefore, it is essential to research with a case study design and an abduction approach. The results of this study can enrich the theories or guidelines used in the field of Information Management, namely the POSMAD (Plan, Obtain, Store/Share, Maintain, Apply, Dispose) Model and IMGC (Information Management Governance Committee) Model. This study indicates that the factors that influence information management activities are human resources, technology, and policy factors. These factors make the Spatial Information Management steps carried out by Bappeda DIY different from the POSMAD Model and the IMGC Model. The emergence of the transformation step and data checking indicated the difference. Thus, this study's results can enrich the POSMAD Model and IMGC Model concepts.

Kata Kunci : Manajemen Informasi, Data Spasial, Perencanaan Kota

  1. S2-2021-437501-abstract.pdf  
  2. S2-2021-437501-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-437501-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-437501-title.pdf