Laporkan Masalah

Pengaruh Lama Perendaman Model Gipsum Tipe III dalam Larutan Disinfeksi Chloroxylenol 5% terhadap Stabilitas Dimensi.

IMAM IS SARIFUDIN, Dr. drg. Siti Sunarintyas, M.Kes ; Prof. Dr. drg.Widjijono. SU ; Dr. drg. Harsini, M.S

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN GIGI

Gipsum digunakan dalam kedokteran gigi sebagai bahan untuk membuat model kerja. Kontaminasi silang merupakan masalah yang sering dihadapi oleh tenaga profesional. Disinfeksi model kerja dapat dilakukan dengan penyemprotan atau perendaman dalam larutan disinfeksi. Perubahan stabilitas dimensi yang dapat mempengaruhi cetakan gipsum yaitu suhu dan kelembaban lingkungan. Gipsum jika direndam dalam air mengalami penyusutan sebanyak 0,1% setiap 20 menit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama perendaman dalam larutan disinfeksi Chloroxylenol 5% terhadap stabilitas dimensi gipsum. Penelitian ini menggunakan Dental Stone tipe III, Chloroxylenol 5% (Dettol, Indonesia), dan master cast berbentuk balok berukuran panjang 3 cm, lebar 3 cm, dan tinggi 2 cm. subyek pada penelitian ini menggunakan gipsum yang dicampur dengan akuades (100 gr/ 30 ml) kemudian diukur menggunakan sliding kaliper dengan ketelitian 0,05 mm. Subyek penelitian berjumlah 16 sampel yang terbagi menjadi 3 kelompok perlakuan perendaman dalam larutan disinfeksi Chloroxylenol 5% yaitu perendaman 10 menit, 15 menit, 20 menit dan 1 kelompok kontrol (tanpa perendaman). Data yang didapatkan dilakukan uji statistik ANAVA satu jalur. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata perubahan dimensi gipsum pada kelompok perendaman selama 10, 15, dan 20 menit berturut-turut adalah (0,24 ± 0,2780) %, (0,24 ± 0,2769)%, dan (0,36 ± 0,1197)%. Hasil uji ANAVA menunjukan nilai F = 0,274 dengan p = 0,767, maka terdapat perbedaan yang tidak signifikan. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa lama perendaman gipsum dalam larutan disinfeksi Chloroxylenol 5% tidak berpengaruh terhadap stabilitas dimensi.

Gypsum is used in dentistry as a material for making working models. Cross- contamination is a problem that is often faced by professionals. Disinfection of working models can be carried out by spraying or immersing in a disinfection solution. Changes in dimensional stability that can affect the gypsum mold are temperature, humidity and room. Gypsum when immersed in water shrinks by 0.1% every 20 minutes. This study aims to determine the effect of immersion in Chloroxylenol 5% disinfection solution on the dimensional stability of gypsum. This study used Dental Stone type III, 5% Chloroxylenol (Dettol, Indonesia), and a master cast in the form of a beam measuring 3 cm long, 3 cm wide, and 2cm high. The subjects in this study used gypsum mixed with distilled water (100gr/ 30ml) and then measured using a sliding caliper with an accuracy of 0.05 mm. The research subjects were 16 samples which were divided into 3 treatment groups by immersion in 5% chloroxylenol disinfectant solution, namely soaking 10 minutes, 15 minutes, 20 minutes and 1 control group (without immersion). The data obtained were carried out by one-way ANOVA statistical test. The results of this study showed that the average gypsum in the soaking group for 10, 15, and 20 minutes, respectively, was (0.24 ± 0,2780)%, (0.24 ± 0,2769)%, dan (0.36 ± 0.1197)%. The results of the ANOVA test showed F = 0,274 with p = 0.767, So there is a not significant difference. It can be concluded that the duration of immersion of gypsum in a Chloroxylenol 5% disinfectant solution has an effect on dimensional stability.

Kata Kunci : Lama perendaman, Chloroxylenol 5%, Dental Stone, Stabilitas dimensi

  1. S1-2021-414458-abstract.pdf  
  2. S1-2021-414458-Bibliography.pdf  
  3. S1-2021-414458-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-414458-Title.pdf