PENGARUH KEPEMIMPINAN ETIS DAN KEADILAN DISTRIBUTIF TERHADAP INTERNAL WHISTLEBLOWING DENGAN LOCUS OF CONTROL SEBAGAI VARIABEL PEMODERASI
STEFANI FIERZCA DEWI, Supriyadi, M.Sc., Ph.D., CMA., CA., Ak.
2021 | Tesis | MAGISTER SAINS AKUNTANSIPendahuluan/Tujuan Utama: Penelitian ini menyelidiki peran kepemimpinan etis dan keadilan distributif dalam mendorong perilaku internal whistleblowing. Latar Belakang Masalah: Penerapan whistleblowing digunakan sebagai salah satu pengendalian internal organisasi dalam mendeteksi kecurangan. Namun, sebagian besar karyawan yang memiliki niat melakukan whistleblowing umumnya tidak berkeinginan untuk melaporkan di luar organisasi (external whistleblowing) dan lebih memilih di dalam organisasi (internal whistleblowing). Oleh sebab itu, perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui faktor-faktor yang akan meningkatkan niat seseorang untuk melakukan internal whistleblowing. Kebaruan: Penelitian ini meneliti hubungan antara kepemimpinan etis dan keadilan distributif pada internal whistleblowing dengan memeriksa peran moderasi locus of control. Metode Penelitian: Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa self-administered survey secara daring pada karyawan yang bekerja di lembaga keuangan yang ada di Indonesia, baik bank maupun non-bank. Sebanyak 140 tanggapan dianalisis melalui Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan menggunakan alat analisis berupa SmartPLS versi 3.0 untuk menguji hipotesis penelitian. Temuan/Hasil: Hasil pengujian menunjukkan bahwa kepemimpinan etis dan keadilan distributif berpengaruh positif dan signifikan terhadap internal whistleblowing. Selanjutnya, locus of control memoderasi pengaruh kepemimpinan etis dan keadilan distributif terhadap internal whistleblowing. Kesimpulan: Temuan ini memperluas dan menyatukan teori yang ada tentang kepemimpinan etis dan keadilan distributif terhadap internal whistleblowing.
Introduction/Main Objective: This study investigates the role of ethical leadership and distributive justice in encouraging internal whistleblowing behavior. Background: The application of whistleblowing is used as one of the organization's internal controls in detecting fraud. However, most employees who have the intention of doing whistleblowing generally do not wish to report outside the organization (external whistleblowing) and prefer internal whistleblowing. Therefore, further research is needed to determine the factors that will increase a person's intention to conduct internal whistleblowing. Novelty: This study examines the relationship between ethical leadership and distributive justice on internal whistleblowing by examining the moderating role of locus of control. Research Methods: The data collection technique used in this study is an online self-administered survey of employees who work at financial institutions in Indonesia, both banks and non-banks. A total of 140 responses were analyzed through Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) using an analysis tool in the form of SmartPLS version 3.0 to test the research hypothesis. Finding/Results: Analysis of the data collected shows that that ethical leadership and distributive justice positively and significantly related to internal whistleblowing. Furthermore, locus of control moderates the influence of ethical leadership and distributive justice on internal whistleblowing. Conclusion: These findings expand and unify existing theories on ethical leadership and distributive justice to internal whistleblowing.
Kata Kunci : internal whistleblowing, kepemimpinan etis, keadilan distributif, locus of control