Laporkan Masalah

Ketahanan mental dan strategi menghadapi masalah pada penerbang TNI AU

SRIYANTO, V. Agus, Drs. Koentjoro, MBSc.,PhD

2002 | Tesis | S2 Psikologi

Penelitian ini bermaksud menguji apakah: 1)ketahanan mental berhubungan dengan bentuk strategi menghadapi masalah pada para penerbang TNI-AU, 2)ada perbedaan ketahanan mental diantara ketiga klasifikasi penerbang TNI AU, 3)ada perbedaan strategi menghadapi masalah pada ketiga klasifikasi penerbang TNI AU. Dalam penelitian ini variabel penelitian meliputi: 1.Variabel Bebas : a. Ketahanan Mental, yang mencakup : 1) Kekuatan Ego, 2) Harga Diri, 3) Somatisasi; b. Penerbang, dengan klasifikasi : 1) Penerbang Tempur, 2) Penerbang Angkut, 3)Penerbang Helikopter. 2.Variabel Terikat : Strategi Menghadapi Masalah Subyek penelitian ini adalah penerbang TNI-AU yang telah ditempatkan di skadron operasional, mencakup siswa transisi sampai dengan instruktur. Data penelitian dianalisis menggunakan 1) Analisis Regresi Umum, untuk menguj i hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. 2)Anakova Satu jalur untuk: a) menguji perbedaan ketahanan mental antar klasifikasi penerbang dan b) menguji perbedaan strategi menghadapi masalah antar klasifikasi penerbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi negatif antara ketahanan mental aspek kekuatan ego dan harga diri dengan strategi menghadapi masalah bentuk EFC. Semakin tinggi kekuatan ego dan harga diri maka makin rendah strategi menghadapi masalah bentuk EFC, dan sebaliknya semakin rendah kekuatan ego dan harga diri maka makin tinggi strategi menghadapi masalah bentuk EFC. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara ketahanan mental aspek somatisasi dengan strategi menghadapi masalah bentuk PFC. Semakin tinggi somatisasi maka makin tinggi strategi menghadapi masalah bentuk EFC, dan sebaliknya semakin rendah somatisasi makin rendah strategi menghadapi masalah bentuk PFC. Tidak ada perbedaan ketahanan mental dalam bentuk kekuatan ego, harga diri dan somatisasi antara penerbang tempur, angkut dan helikopter. Tidak ada perbedaan dalam menggunakan strategi menghadapi masalah baik dalam bentuk EFC maupun PFC antara penerbang tempur, angkut dan helikopter.

The purpose of this research was to analyse : 1)relation between mental endurance and coping strategy of the Indonesian Air Force pilots; 2)difference of mental endurance and coping strategy between fighter, transport and helicopter pilots. The theoretical basis used in this study was: (a) the concept of mental endurance by Martaniah et. a l . (1991) . Mental endurance is indicated by ego strength, self esteem and somatic pain (b)the concept of coping strategy by Folkman and Lazarus (1984). Form of Coping strategy is known as problem focused coping and emotion focused coping. The method used in this study was statistical method by using regression analysis and analysis of covariance (ancova). All subjects of this research were the Indonesian Air Force pilots, whose had at least 200 flying hours (total). Age between 24 - 45 years old. Active pilots at operational squadron. Those who are taken as the sample were 77 fighter pilots, 52 transport pilots and 45 helicopter pilots. The total of the population active pilots were 362 subjects. The result indicated that: 1)there was correlation between mental endurance and coping strategy of the Indonesian Air Force pilots; 2)there was no difference about mental endurance and coping strategy coping between fighter, transport and helicopter pilots.

Kata Kunci : Mental,Ketahanan,Masalah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.