Pengaruh Polusi Visual pada Legibilitas Koridor Ruang Jalan Affandi, Sleman
ASTEREIZHA HANI D P, Dr. Dyah Titisari Widyastuti, S.T., MUDD
2021 | Tesis | MAGISTER ARSITEKTURJalan Affandi merupakan salah satu kawasan di Kecamatan Depok sebagai koridor yang sangat dikenal sebagai kawasan perdagangan jasa dengan dominasi bangunan komersial. Koridor ini juga berperan sebagai kawasan komersial kedua kota setelah Malioboro yang berada di Timur aglomerasi Kota Yogyakarta dan menjadi jalur lintas Provinsi. Pada waktu lalu, Jalan Affandi yang lebih dikenal sebagai Jalan Gejayan dibentuk dan dimaknai oleh warga Yogyakarta sebagai kawasan pendidikan dan permukiman. Pergeseran makna menjadi kawasan komersial terjadi pada saat pembangunan ring-road Utara sebagai jalan penghubung daerah Utara dan Selatan Yogyakarta menyebabkan semakin berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan pembangunan kawasan pertokoan dan perkantoran paling pesat jika dibandingkan dengan kawasan di sekitarnya. Seiring berjalannya waktu, koridor Jalan Affandi mengalami perubahan-perubahan fisik dan makna yang cukup signifikan. Perubahan fisik yang tidak diselaraskan dengan peraturaan dalam penataannya di dalamnya berpotensi menjadi polusi visual. Penelitian ini bertujuan untuk untuk memahami nilai pada suatu ruang melalui legibilitas dan karakteristik di dalamnya melalui identifikasi identitas, struktur dan makna dalam teori Kevin Lynch. Peran legibilitas pada penelitian ini untuk memperjelas orientasi pergerakan yang tidak diselaraskan dengan perancangan karakter visual yang baik sehingga berdampak pada hilangnya legibilitas/keterbacaan pada suatu kawasan. Dalam pembahasan, penulis mengumpulkan data primer dan sekunder lalu melakukan identifikasi makna melalui hasil mental mapping dan wawancara pengguna jalan kendaraan roda empat dan roda dua, lalu dilanjukan dengan identifikasi identitas dan struktur. Setelah itu dilakukan penilaian terhadap komponen ruang Jalan yang berpotensi menjadi polusi visual serta setting keberadaan komponen tersebut pada ruang jalan. Dari hasi tersebut ditemukan bahwa makna yang kuat selalu dibentuk oleh 2 (dua) komponen yang lain yaitu identitas dan struktur pada analisis legibilitas. Pada analisis polusi visual, elemen district merupakan elemen legibilitas yang paling potensial terkaburkan oleh polusi visual dan komponen yang memungkinkan ditata adalah pada elemen semi fixed.
Affandi Street is one of the areas in Depok District as a corridor which is very well known as a commercial area with the dominance of commercial buildings. This corridor also as a commercial area after Malioboro street which is located in the East of the Yogyakarta City agglomeration and becomes a cross-provincial route. In the past, Affandi Street, better known as Gejayan Street in the past, was formed and interpreted by the people of Yogyakarta as an educational and residential area. It was change to a commercial area occurred when the construction of the North ring-road as a connecting road to the North and South of Yogyakarta caused an increasingly impact on economic growth and the development of the most rapid shopping and office area compared to the surrounding area. As time goes by, the Affandi street has physical and meaning changes. Physical changes that are not aligned with the regulations in their arrangement have the potential to become visual pollution. This study aims to understand the value of a space through its legibility and characteristics through the identification of identity, structure and meaning in Kevin Lynch's theory. The role of legibility in this study is to clarify the orientation of the movement that is not aligned with the design of good visual characters so that it has an impact on the loss of legibility/readability in an area. In the discussion, the authors collect primary and secondary data and then identify meaning through the results of mental mapping and interviews with car or motorcycle users, then proceed with identification of identity and structure. After that, the assessment of the road space components that have the potential to become visual pollution is carried out and the setting of the presence of these components in the road space. From these results, it is found that a strong meaning is always formed by 2 (two) other components, namely identity and structure in legibility analysis. In the visual pollution analysis, the district element is the element of legibility that has the most potential to be obscured by visual pollution the component that allows it to be arranged is the semi-fixed element.
Kata Kunci : Koridor Jalan Affandi, Legibilitas, Polusi Visual