Laporkan Masalah

STUDI TIPOLOGI GERABAH SITUS DIANG MAHANG, KALIMANTAN BARAT DAN PERBANDINGANNYA DENGAN GERABAH LAIN DI PULAU KALIMANTAN

HAMMAM AULIA , Dr. Mahirta, M.A.

2021 | Skripsi | S1 ARKEOLOGI

Situs Diang Mahang adalah situs hunian berbentuk ceruk payung. Terletak jauh di pedalaman, di hulu Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, yang merupakan sungai terpanjang di Indonesia. Lingkungan sekitarnya berupa hutan yang lebat khas keanekaragaman hayati hutan hujan tropis. Hasil analisis beberapa sampel arang dari proses ekskavasi dengan metode pertanggalan mutlak AMS 14C radiokarbon menunjukkan dua bentang waktu hunian, yaitu masa pra-glasiasi akhir sekitar 32.000 tahun yang lalu yang tidak berasosiasi dengan gerabah dan sekitar 600 tahun yang lalu yang berasosiasi dengan fragmen gerabah. Masa ini diperkirakan merupakan akhir masa hunian di situs Diang. Mahang. Fragmen gerabah adalah temuan dominan yang didapatkan dari ekskavasi pada tahun 2019 oleh tim Balai Arkeologi Provinsi Kalimantan Selatan. Fragmen gerabah berasal dari konteks pertanggalan muda tersebut. Tujuan dari penelitian ini untuk memahami posisi gerabah Situs Diang Mahang dalam kerangka perkembangan gerabah di situs arkeologi Pulau Kalimantan. Untuk itu maka dilakukan analisis tipologi bentuk dan hiasan gerabah Situs Diang Mahang terlebih dahulu. Setelah diketahui tipe-tipe gerabahnya kemudian dibandingkan dengan gerabah dari situs arkeologi lain di Pulau Kalimantan. Situs-situs pembanding tersebut adalah Gua Niah, Gua Sireh, Bu kit Tengkorak, Liang Abu, dan Jambu Hulu. Situs-situs tersebut mewakili lokasi hunian di pedalaman dan pesisir, dengan rentang waktu hunian yang berbeda mulai dari awal neolitik sampai masa logam. Dari penelitian ini diketahui bahwa gerabah Situs Diang Mahang memiliki persamaan dalam teknologi dan ragam hias dengan gerabah situs-situs arkeologi lain di Pulau Kalimantan yang lebih tua pertanggalannya. Persamaan dari segi bentuk berupa bentuk gerabah yang biasa digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti alat masak atau wadah. Dari segi hiasan, sebagian besar hiasan gerabah di Situs Diang Mahang berpola jala atau kota-kotak dan garis-garis paralel dengan teknik tekan, hiasan tersebut juga banyak ditemukan di situs-situs arkeologi lain di Pulau Kalimantan. Persamaan bentuk dan ragam hias gerabah situs arkeologi di Pulau Kalimantan memberi indikasi adanya kontak yang panjang dari masa neolitik hingga masa logam.

Diang Mahang is a rock shelter site. Located deep inland, upstream of the Kapuas River, West Kalimantan, which is the longest river in Indonesia. The surrounding environment is a dense forest typical of tropical rainforest biodiversity. The results of the analysis of several charcoal samples from the excavation process using the AMS method obtained two dates. Pre-Last Glacial Maximum, about 32.000 years ago, not associated with pottery, and about 600 years ago associated with potsherds. This period is estimated to be the end of the occupacy period at the Diang Mahang site. Potsherds are the dominant finding obtained from excavations in 2019 by the Archaeological Center of South Kalimantan Province. Potsherds obtained approximately from that young date layer. The purpose of this study is to understand the Diang Mahang pottery in the framework of the pottery setting in the archaeological sites of Kalimantan Island. Analysis in this study is the analysis of the rim shape and decoration pottery. After that it was compared to other pottery from different archaeology sites in Kalimantan island. Archaeological sites used for comparison are: Gua Niah, Gua Sireh, Bukit Tengkorak, Liang Abu, and Jambu Hulu. These sites represent locations in the interior and the coast Kalimantan island, with different occupancy time spans from the early neolithic to the metallic age. From this study it is known that the pottery at the Diang Mahang site is similar to other pottery from older archaeological sites in Kalimantan island. Similarity of the pottery shape is the type of pottery that used for utensils or cooking ware. From the decoration standpoint, most of the Diang Mahang pottery decoration are net pattern and parallel lines, those decorative forms are found in other archaeological sites in Kalimantan island. Similarity of the pottery shows that Diang Mahang site correspond to other sites in Kalimantan island which is located more on the coast and older dates.

Kata Kunci : Kata Kunci : gerabah, gua hunian, hulu Sungai Kapuas, pedalaman, hutan hujan tropis. Keywords: pottery, rock shelter, upstream Kapuas River, inland, tropical rain forest.

  1. S1-2021-364654-abstract.pdf  
  2. S1-2021-364654-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-364654-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-364654-title.pdf