Pengaruh Belanja Modal dan Pendapatan Asli Daerah Terhadap Kinerja Keuangan pada Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara 2015-2019
FATMA NADHILAH, Ihda Arifin Faiz, S.E., M.Sc., CIBA, CMA.
2021 | Tugas Akhir | D4 Akuntansi Sektor PublikKinerja keuangan pemerintah daerah merupakan suatu tolak ukur keberhasilan daerah dalam mengelola keuangan daerahnya. Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh belanja modal dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap kinerja keuangan pada Kab/Kota di Provinsi Sumatera Utara 2015-2019. Ditemukan bahwa kebijakan otonomi Pemda belum optimal karena alokasi belanja modal terhadap belanja daerah yang rendah dan terjadi ketimpangan pada PAD. Belum mandirinya pemda ditandai dengan dana perimbangan yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. Penelitian ini penting dilakukan agar dapat memecahkan permasalahan tersebut dan mengetahui strategi apa yang tepat dilakukan untuk menghasilkan kinerja keuangan yang baik. Indikator yang digunakan dalam mengukur kinerja keuangan menggunakan analisis rasio keuangan APBD yaitu rasio kemandirian. Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari website Kementerian Keuangan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Pengumpulan data menggunakan teknis dokumentasi yaitu pengumpulan data berupa dokumen-dokumen yang ada hubungannya dengan data yang dibutuhkan dengan teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh belanja modal negatif signifikan terhadap kinerja keuangan sedangkan pengaruh PAD positif signifikan terhadap kinerja keuangan pada Kab/Kota Provinsi Sumatera Utara 2015-2019.
The Financial Performance of Local Governments is a measure of the success of the regions in managing their regional finances. The goals of this research is to determine the effect of capital expenditures and local revenue on financial performance in regencies/cities in North Sumatera Province 2015-2019. It was found that the regional governments autonomy policy was not optimal because of the low allocation of capital expenditure to regional expenditure and inequality in local revenue. The lack of independence of local governments is indicated by the balance fund which increases every year. This research is important to do in order to solve these problems and find out what strategies are appropriate to do to produce good financial performance. The indicator that used in measuring financial performance was using financial ratio analysis, exactly using independence ratio analysis. The type of research used quantitative method. The data used in this research uses secondary data originating from the website of the Ministry of Finance, Directorate General of Fiscal Balance. The technic of data collection using technical documentations, data collection in the form of the documents that have to do with the required data. The analytical technique used is multiple liniear regression analysis. The results of this research that the effect of capital expenditure is negative significant on financial performance while the effect of local revenue is positive significant on financial performance in the Regencies/Cities of North Sumatera Province 2015-2019.
Kata Kunci : kinerja keuangan, rasio, pemerintah daerah.