PENGAYAAN RARE EARTH EEMENTS AND YTTRIUM (REY) PADA BATUBARA SEAM C, FORMASI MUARA ENIM, TANJUNG ENIM, PROVINSI SUMATERA SELATAN
FENTA DHIA AYU PRAMESWARI, Dr. Ir. Ferian Anggara, S.T., M. Eng., IPM
2021 | Skripsi | S1 TEKNIK GEOLOGISelama tiga dekade terakhir, Rare Earth Elements and Yttrium (REY) merupakan unsur penting karena banyak digunakan pada berbagai bidang untuk menunjang kehidupan. Terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dengan cadangan yang tersedia, sehingga diperlukan sumber alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan. Keterdapatan REY secara konvensional ditemukan pada endapan batuan beku, endapan batuan sedimen, dan ion-adsorption clay. Selain itu, REY juga dapat ditemukan pada batubara. REY yang dapat ditemukan pada batubara dengan kondisi geologi tertentu, salah satunya di Indonesia dapat ditemukan pada Cekungan Sumatera Selatan. Cekungan Sumatera Selatan merupakan salah satu cekungan yang paling produktif menghasilkan batubara di Indonesia. Formasi Muara Enim merupakan formasi pembawa lapisan batubara pada Cekungan Sumatera Selatan. Sampel batubara di lokasi penelitian kemudian dilakukan analisis petrografi, analisis proksimat, dan analisis geokimia berupa Inductively Coupled Plasma - Atomic Emission Spectometry (ICP-AES) dan Inductively Coupled Plasma - Mass Spectometry (ICP-MS). Total konsentrasi REY pada batubara di lokasi penelitian memiliki nilai 11,29 ppm hingga 81,64 ppm. Sehingga berdasarkan total konsentrasi REY, batubara di lokasi penelitian dapat dikatakan mengalami pengayaan. Kandungan abu memiliki nilai antara 1,5 hingga 64,96 (wt%). Seluruh tonstein di lokasi penelitian merupakan silisic tonstein. Batubara di lokasi peneltiian memiliki karakteristik litotipe berupa dull coal yang terdiri dari dua fasies dengan kelimpahan maseral dominan yaitu telovitrinite-rich group dan telovitrinite-liptinite-rich group. Komposisi m=penyusun batubara terdiri dari maseral vitrinite (34,67 - 78,6 vol%), liptinite (3,49 - 19,81 vol%), dan inertinite (11,93 - 48,49 vol%), sedangkan mineral matter memiliki kelimpahan sebesar 0,3 - 2,26 (vol%).
During the last three decades, Rare Earth Elements and Yttrium (REY) are important elements because they are widely used in various fields to support life. There is imbalance between demand and resources. Alternative resources has become more important. REY is conventionally found in igneous rock deposits, sedimentary rock deposits, and ion-adsorption clay. In addition, REY can also be found in coal. REY which can be found in coal with certain geological conditions, one of which in Indonesia can be found in the South Sumatra Basin. The South Sumatra Basin is one of the most productive basins to produce coal in Indonesia. The Muara Enim Formation is a col seam carrier formation in the South Sumatra Basin. The samples in study area were prepared for petrographic analysis, proximate analysis, and geochemical analysis such as Inductively Coupled Plasma - Atomic Emission Spectometry (ICP-AES) and Inductively Couple Plasma - Mass Spectometry (ICP-MS). The REY concentration in coal at the study area has a value of 11.29 ppm to 81.64 ppm. Based on the REY concentration, coal in the study area classified into enriched. The ash yield content has a value between 1.5 to 64.96 (wt%). All tonstein in the study area is silisic tontein. The composition of coal consists of maceral vitrinite (34.67 - 78.6 vol%), liptinite (3.49 - 19.81 vol%), and inertinite (11.93 - 48.49 vol%), while mineral matter has abundance of 0.3 - 2.26 (vol%).
Kata Kunci : batubara, Rare Earth Elements and Yttrium (REY), tonstein, Formasi Muara Enim