Laporkan Masalah

GEGURITAN SELAMPAH LAKU KARYA IDA PEDANDA MADE SIDEMEN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT NILAI NOTONAGORO

I G N A PANJI TRESNA, Dr. Septiana Dwiputri Maharani

2021 | Tesis | MAGISTER FILSAFAT

Permasalahan dari praktik penyalahgunaan kepemilikan power demi akumulasi capital oleh segelintir aktor berkepentingan memperkuat bagaimana manusia di era-milennials mengalami disorientasi nilai-nilai kemanusiaan akibat pemenuhan wacana ideal modernisme, seakan nilai kemanusiaan direduksi dalam kepentingan yang bersifat ekonomi deterministik. Dalam menyikapi fakta disorientasi, sesungguhnya Indonesia dari kemultikulturannya memiliki beragam nilai khususnya lokalitas yang dijadikan sebagai pondasi menjalani kehidupan. Ironisnya, nilai lokalitas identik dengan frasa "tradisionalA" dengan konstruksi kuno dan tidak kekinian. Menggunakan teori filsafat Nilai Notonagoro sebagai objek formal, penelitian ini membedah secara kritis bagaimana fakta nilai-nilai lokalitas masih sangat relevan digunakan sebagai pijakan menjalani kehidupan, khususnya pada Geguritan Selampah Laku karya Ida Pedanda Made Sidemen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi dan menginventarisasi ajaran filsafat hidup Ida Pedanda Made Sidemen dan mengungkap nilai-nilai yang terkandung dalam Geguritan Selampah Laku. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan tahap penelitian meliputi inventarisasi data, pengumpulan data, analisis data, pengumpulan hasil. Metode analisis data dilakukan dengan cara interpretasi, induksi dan deduksi, kesinambungan historis, dan refleksi peneliti pribadi. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu (1) konsep "satata amalik arsi" sebagai pengukuhan diri melalui jalan kebenaran yang mendasari setiap aktivitas dalam menjalani kehidupan sebagai suatu kebermanfaatan; (2) Nilai material yang terkandung dalam upaya membangun pemenuhan kebutuhan jesmani dengan melalui praktik pranayama dan kewajiban berkontribusi dalam masyarakat secara material; (3) nilai vital yang meliputi indentifikasi eksistensi diri melalui aspek kesadaran diri, aspek keteguhan, aspek kemandirian, dan tanggungjawab sosial dalam setiap relasi manusia dalam suatu koeksistensi; (4) nilai kerohanian sebagai nilai tertinggi yaitu nilai yang menekankan pada pengaturan sistem internal tubuh manusia sebagai upaya dalam merawat kesehatan jesmani dan rohani yang berpengaruh bagi kondisi mental manusia.

The problem of the practice of abusing power ownership for the sake of capital accumulation by a handful of actors has an interest in strengthening how humans in the millennial era experience disorientation of human values due to the fulfillment of the ideal discourse of modernism, as if human values were reduced to deterministic economic interests. In addressing the fact of disorientation, in fact Indonesia from its multiculturalism has various values, especially locality which is used as the foundation for living life. Ironically, the value of locality is identical with the phrase "traditional" with ancient and not contemporary constructions. Using the philosophical theory of Notonagoro's Values as a formal object, this study critically examines how the facts of locality values are still very relevant to be used as a basis for living life, especially in Ida Pedanda Made Sidemen's Geguritan Selampah Laku. The purpose of this study was to explore and inventory the teachings of Ida Pedanda Made Sidemen's philosophy of life and to reveal the values contained in Geguritan Selampah Laku. This research is a library research with the research phase covering data inventory, data collection, data analysis, and result collection. Data analysis methods were carried out by means of interpretation, induction and deduction, historical continuity, and reflection of personal researchers. The results of this study are (1) the concept of "satata amalik arsi" as self-affirmation through the path of truth that underlies every activity in living life as a benefit; (2) The material values contained in efforts to build the fulfillment of physical needs through pranayama practices and the obligation to contribute materially to society; (3) vital values which include identification of self-existence through aspects of self-awareness, aspects of persistence, aspects of independence, and social responsibility in every human relationship in a coexistence; (4) spiritual value as the highest value, namely the value that emphasizes the regulation of the internal system of the human body as an effort to maintain physical and spiritual health that affects the human mental condition.

Kata Kunci : Geguritan Selampah Laku, Ida Pedanda Made Sidemen, Philosophy of Values, Philosophy of Life.

  1. S2-2021-447972-abstract.pdf  
  2. S2-2021-447972-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-447972-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-447972-title.pdf