Kritik Feyerabend atas determinisme ilmu pengetahuan
FADLI, Syairil, Prof.Dr. Koento Wibisono
2002 | Tesis | S2 Ilmu FilsafatIlmu pengetahuan modern yang berangkat dari kekaguman terhadap sesuatu dan berkembang pesat sejak @ode Renaissance hingga sekarang telah menjadi jenis pengetahuan yang tidak hanya dominan dan meresapi berbagai sendi kehidupan umat manusia, tetapi juga memperkuat manusia dalam mendominasi alam. Oleh karena itu diperlukan satu pandangan ilmu pengetahuan yang holistik. Feyerabend salah seorang filsuf ilmu pengetahuan yang mendobrak sudut pandang ilmu pengetahuan melalui penelaahan sejarah dan peranannya, mengkritik pandangan yang menganggap metode, aliran, atau sudut pandang tertentu saja yang benar. Tujuan tesis ini adalah menerangkan dan mendeskripsikan kritik Feyerabend atas determinisme ilmu pengetahuan. Peneliti mencoba menggali pemikiran Feyerabend. Penelitian ini adalah kajian pustaka. Penelitian dimulai dengan mengumpulkan dan memisahkan data. Semua data tersebut kemudian dievaluasi menggunakan metode hermeneutika-eklektis dengan anasir pokok deskripsi, kesinambungan sejarah, komparasi, refleksi, dan shtesis. Feyerabend menyesalkan klaim ilmu positif yang dikembangkan oleh Barat sebagai satu-satunya kebenaran dan satu-satunya jenis pengetahuan yang valid dalam menentukan kehidupan umat manusia, Menurut pandangan Feyerabend, klaim tersebut tidak dapat diterima mengingat aturan main ilmu pengetahuan ditentukan oleh konsensus para ilmuwan Mam lingkungan ilmu pengetahuan itu sendiri. Akibatnya, konsensus tersebut dapat mengancam demokrasi, tradisi dan kebenaran relatif. Feyerabend lewd "anarkisme epistemologis" dan "metodo1ogis"nya ingin membebaskan ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan yang didasari atas tradisi-tradisi dari tekanan berat yang menghimpit keduanya dan mengembalikan ilmu pengetahuan ke arah yang lebih manusiawi. Ilmu pengetahuan hanyalah satu di antara bermacam jenis pengetahuan dalam meraih kebenaran. Tidak ada determinisme universal. Dengan demikian, sistem pemikiran yang berlaku adalah apa saja boleh dan membiarkan segala sesuatu berkembangbiak sealami mungkin.
Modern science, which has up from a wonderful of something and has been developing rapidly since Renaissance until in the present day has become a kind of knowledge, which is not only dominant and mentally influenced in Human life, but also eager human in dominating in the world. Therefore, it is needed a holistically point of view of science. Feyerabend is one philosophers of philosophy of science that break through the point of view of science and its role by studying the history of science, criticizing the view that assumes certain method, schools, or point of view are right The purpose of this thesis is to explain and describe Feyerabend’s critique on determinism of science. The researcher tries to dig Feyerabend’s thought. The research is p m library. The research applies eclectic-hermeneutics. It began by collecting and separating data. All those evaluated by description, historical continuation, comparison, reflection, and synthesis methods. Feyerabend regrets the claim that modem science has developed by Western as the one truth and valid science in determines Human life. According to Feyerabend’s point of view, the claim cannot be accepted by, rule of science determined by consensus of scientists in the circumstance of science itself. Consequently, the consensus can threat democracy, traditions, and relative truth. Feyerabend’s “epistemologicaI†and â€methodological anarchism†attempted to liberate science and science-based on traditions from the heavy yoke imposed on them and purify science to the more humane. According to Feyerabend, science is one of kinds of knowledge in searching the truth. There is no universal determination. Hence, the system of thought, which applied, is “anything goes†and allowing everything proliferates as natural as possible.
Kata Kunci : Filsafat Ilmu Pengetahuan,Kritik Feyerabend, Epistemological and methodological anarchism, freedom, relativism.