Kajian Sosiokultural Rumah Tangga dan Pengaruhnya terhadap Kemiskinan Multidimensi menurut Kelompok Etnis di Provinsi Papua
NATALIA PIPIT DUWI A, Umi Listyaningsih; Sri Rum Giyarsih
2021 | Tesis | MAGISTER KEPENDUDUKANProvinsi Papua dikenal sebagai wilayah dengan permasalahan kesejahteraan yang kompleks. Mulai dari angka IPM terendah hingga angka kemiskinan moneter dan multidimensi tertinggi setiap tahun di Indonesia. Data Kementerian Sosial menyebutkan bahwa Kelompok Adat Terpencil (KAT) miskin terbanyak berada di Provinsi Papua. Kondisi ini memunculkan dugaan bahwa penyebab tingginya angka kemiskinan di Provinsi Papua berhubungan dengan keberadaan masyarakat adat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengkaji karakteristik sosiokultural rumah tangga dan mengukur pengaruh karakteristik sosiokultural yang meliputi jenis kelamin kepala rumah tangga, relasi sosial, kemalasan kepala rumah tangga, jumlah anggota rumah tangga, etnosentris, dan wilayah tempat tinggal terhadap status kemiskinan multidimensi rumah tangga di Provinsi Papua dengan kelompok etnis sebagai variabel kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan data sekunder hasil Susenas September 2018 dengan unit analisis rumah tangga di Provinsi Papua yang dikategorikan menjadi rumah tangga Papua (RTP) dan rumah tangga NonPapua (RTN). Data diolah menggunakan perangkat SPSS versi 25 dan metode analisis yang digunakan adalah Moderated Regression Analysis (MRA) dan regresi logistik biner. Hasil pengolahan dengan tingkat kepercayaan 95 persen menunjukkan bahwa keberadaan variabel kelompok etnis sebagai variabel kontrol moderat membuat keenam variabel bebas menjadi signifikan berpengaruh terhadap status kemiskinan multidimensi rumah tangga. Pengaruh variabel sosiokultural terbesar yang memengaruhi kemiskinan multidimensi pada RTP adalah variabel wilayah tempat tinggal sedangkan pada RTN adalah variabel etnosentris.
Papua Province is known as a region with complex welfare problems. Starting from the lowest HDI figures to the highest monetary and multidimensional poverty rates every year in Indonesia. Data from the Ministry of Social Affairs shows that the poorest remote indigenous groups are in Papua Province. This condition raises the suspicion that the cause of the high poverty rate in Papua Province is related to the existence of indigenous peoples. This study was conducted to examine the sociocultural characteristics of the household and to measure the effect of sociocultural characteristics which include gender of the head of the household, social relations, laziness of the head of the household, number of household members, ethnocentricity, and area of residence on multidimensional poverty status of households in Papua Province with ethnic groups as a control variable. This study is a quantitative study using secondary data from the September 2018 Susenas with an analysis unit of households in Papua Province which are categorized into Papuan households (indigenous households) and non-Papuan households (non-indigenous households). The data was processed using SPSS version 25 and the analytical methods used were Moderated Regression Analysis (MRA) and binary logistic regression. The results of the processing with a confidence level of 95 percent indicate that the existence of the ethnic group variable as a moderate control variable makes the six independent variables significantly affect the multidimensional poverty status of the household. The biggest influence of sociocultural variables that affect multidimensional poverty in the indigenous households is area of residence, while in the non-indigenous households is an ethnocentric variable.
Kata Kunci : Kemiskinan Multidimensi, Sosiokultural, Rumah tangga Papua