Pengaruh Pemberian Ekstrak Temu Kunci (Boesenbergia pandurata) pada Air Minum Terhadap Kualitas Fisik dan Sensoris Daging Ayam Broiler
ZARKASYA MALIYA H, Ir. Edi Suryanto, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Prof. Dr. Ir. Zuprizal, DEA., IPU., ASEAN Eng.
2021 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air minum ekstrak temu kunci terhadap kualitas fisik dan sensoris daging ayam broiler. Bahan penelitian yang digunakan meliputi temu kunci yang telah dikeringkan, etanol 70%, aquades, DOC broiler jantan strain New Lohmann (MB 202 Platinum) dan beberapa bahan untuk uji kualitas fisik dan uji sensoris daging ayam. Pemeliharaan ayam dilakukan selama 34 hari dengan perlakuan terdiri dari P1 yaitu air minum tanpa penambahan ekstrak temu kunci (air biasa) sebagai kontrol, P2 yaitu air minum + 2% ekstrak temu kunci (ETK-2%), P3 yaitu air minum + 4% ekstrak temu kunci (ETK-4%). Perlakuan air minum dimulai pada umur 8 hari. Setiap perlakuan dalam penelitian akan diberikan 4 kali pengulangan dengan 8 ekor ayam di setiap kandang replikasi. Pada umur 34 hari, 1 ekor ayam dari setiap replikasi dipilih, kemudian dipotong dan diambil sampel dagingnya untuk diuji kualitas fisik dan sensorisnya di laboratorium. Variabel yang diamati meliputi nilai pH, daya ikat air, susut masak, keempukan, dan sensoris. Data yang diperoleh dianalisis dengan Rancangan Acak Lengkap Pola Searah yang terdiri dari 3 perlakuan dan 4 kali ulangan. Pemberian tambahan ekstrak temu kunci pada air minum saat pemeliharaan tidak berpengaruh terhadap kualitas fisik dan sensoris daging ayam broiler. Penggunaan ekstrak temu kunci dengan level 2 dan 4% tidak mempengaruhi kualitas fisik dan sensoris daging ayam. Kesimpulan dari hasil penelitian adalah penambahan ekstrak temu kunci pada air minum dengan level 2 dan 4% tidak memberikan pengaruh terhadap kualitas fisik dan sensoris daging ayam broiler.
This study was aimed to determine the effect of temu kunci (Boesenbergia pandurata) extract on physical and sensorial quality of broiler chicken meat added in drinking water. The research materials used included temu kunci meal, 70% ethanol, distilled water, DOC male New Lohmann strain (MB 202 Platinum) broiler chickens and several materials for physical quality and sensory analyses of chicken meat. Chicken rearing was carried out for 34 days with treatments consisting of P1 which is drinking water without the addition of Temu Kunci extract (plain water) as control, P2 was drinking water + 2% Intersection extract (ETK-2%), P3 was drinking water + 4% Temu kunci extract (ETK-4%). Drinking water treatment started at the age of 8 days. Each treatment in the study was given 4 repetitions with 8 chickens in each replication cage. Broiler chickens that had been harvested were taken for meat samples to be tested for physical and sensory quality in the laboratory. Variables observed included ph value, water holding capacity, cooking loss, tenderness, and sensory. The data obtained were analyzed using a completely randomized design in one-way pattern consisting of 3 treatments and 4 replications. The addition of Temu Kunci extract to drinking water did not affect the physical or sensory quality of broiler chicken meat. The use of extracts with level 2 and 4% did not affect the physical and sensory quality of chicken meat. The conclusion of the research was the extract of Temu Kunci given to drinking water with level 2 and 4% did not have any effect on physical and sensory quality of broiler chicken meat.
Kata Kunci : Daging ayam broiler, Kualitas fisik, Kualitas sensoris, Temu kunci