Laporkan Masalah

Ragam Retorika Konstruksi Nasionalisme Banal oleh Gamers (Studi Etnografi Gamers Mobile Legends Bang Bang Indonesia)

SHOFWAN YUSUF, Nyarwi Ahmad, M.A., Ph.D.

2021 | Tesis | MAGISTER ILMU KOMUNIKASI

Gamer menjadi sekelompok masyarakat yang menarik untuk dikaji mengingat jumlah gamer di Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu aspek menarik yang bisa dikaji adalah aspek kultural dengan didapatinya simbol-simbol nasionalisme dalam game, sehingga gamer berpeluang melakukan sebuah konstruksi nasionalisme. Konsep retorika menjadi penting untuk dikaji kaitannya dengan cara gamer melakukan konstruksi nasionalisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ragam retorika Aristotelian dalam konstruksi nasionalisme banal oleh gamer Mobile legends Bang Bang Indonesia. Peneliti mengadopsi konsep produksi-reproduksi kebangsaan Fox & Miller-Idriss (2008) untuk mengetahui bentuk-bentuk konstruksi nasionalisme banal yang dilakukan gamer Mobile legends Bang Bang. Sementara itu, peneliti menggunakan konsep retorika Aristoteles (dalam Luhukay, 2007) yaitu Ethos, Pathos, dan Logos untuk mengetahui model-model retorika yang digunakan oleh gamer dalam mengkonstruksikan nasionalisme. Metode etnografi virtual Christine Hine (2011) menjadi pilihan tepat pada penelitian kualitatif ini, karena subjek penelitian tidak terlepas dari media baru berbabis teknologi dan internet. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi partisipan, di mana peneliti mengamati dan ikut bermain game bersama informan. Penentuan informan dilakukan melalui teknik purposif dan analisis data dilakukan dengan reduksi data, display data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan: 1) pembicaraan: gamer melakukan konstruksi nasionalisme dengan pemaknaan nasionalisme sebagai perjuangan, perlawanan dan patriotisme. Retorika yang digunakan oleh gamer meliputi; pengetahuan yang luas dan sikap terhormat (ethos), kesediaan berkorban untuk Indonesia (pathos), dan menggunakan produk lokal (logos). 2) memilih: gamer melakukan kosntruksi nasionalisme dengan menggunakan bendera Indonesia, bahasa Indonesia, dan Hero dari Indonesia dalam game. Retorika yang digunakan adalah melalui kejujuran (ethos), rasa bangga terhadap Indonesia (pathos), dan menggunakan hero dari Indonesia beberapa kali (logos). 3) melakukan: konstruksi nasionalisme yang dilakukan adalah mengikuti upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan, dan penghormatan pada bendera. Model retorika yang digunakan meliputi; sikap menghormati bangsa (ethos) dan mencintai negara (pathos). 4) mengkonsumsi: konstruksi nasionalisme dilakukan dengan mendapatkan informasi dan pengetauan dari sekolah, buku, internet dan sosial media. Retorika yang digunakan meliputi; kemauan belajar tentang nasionalisme (ethos) serta argumen pentingnya pengetahuan tentang nasionalisme (logos). Dari penelitian ini diharapkan mampu menambah pengetahuan mengenai model-model retorika Aristotelian yang digunakan dalam konstruksi nasionalisme.

Gamers are an interesting group of people to study, considering how this group of people has been increasing remarkably. Studying the cultural perspective through symbols of nationalism in a game is essential because gamers have the opportunity to discover the construction of nationalism. It is pivotal to analyze the rhetorical concept as a way gamers construct nationalism. This research aims to know the variety of Aristotelian rhetoric in construction banal nationalism by gamers Mobile legends Bang Bang Indonesia. The researcher adopted the Fox & Miller-Idriss (2008) national production-reproduction concept to determine the forms of banal nationalism construction carried out by Mobile legends Bang Bang gamers. Meanwhile, the researcher used the rhetorical concepts of Aristotle (in Luhukay, 2007), namely Ethos, Pathos, and Logos, to find out the rhetorical models used by gamers in constructing nationalism. The virtual ethnographic method Christine Hine (2011) is the right choice in this qualitative research because the research subject is related to media, including technology and the internet. Data were obtained through semi-structured interviews and participant observation, where the researcher observed and played games with the informants. Determination of informants is done through purposive techniques, and data analysis is done by data reduction, data display and verification. The results of the study show: 1) talking: gamers construct nationalism with the meaning of nationalism as struggle, resistance and patriotism. The rhetoric used by gamers includes; broad knowledge and respectable attitude (ethos), willingness to sacrifice for Indonesia (pathos), and using local products ( logos ). 2) choosing: gamers construct nationalism by using the Indonesian flag, Indonesian language, and Indonesian heroes in the game. The rhetoric used is through honesty (ethos), pride in Indonesia (pathos), and using Indonesian heroes several times (logos). 3) performing: the construction of nationalism follows the flag ceremony, sings the national anthem, and pays homage to the flag. The rhetorical models used include; respect for the nation (ethos) and love for the country (pathos). 4) consuming: nationalism is done by getting information and knowledge from schools, books, the internet and social media. The rhetoric used includes; willingness to learn about nationalism (ethos) and the argument for the importance of knowledge about nationalism (logos). The research is expected to enrich knowledge in Aristotelian rhetorical models used in the construction of nationalism

Kata Kunci : Etnografi, Gamer, Mobile legends, Nasionalisme Banal

  1. S2-2021-449186-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449186-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449186-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449186-title.pdf