Alienasi diri ditinjau dari tingkat religiusitas dan konsep diri pada remaja akhir yang berstatus mahasiswa
PURNOMO, Asianto Eko, Drs. Koentjoro, M.BSc.PhD
2002 | Tesis | S2 PsikologiAlienasi diri sebagai salah satu penyakit masyarakat modem merupakan suatu penyakit mental yang disadari maupun tidak dapat dialami oleh siapapun, terlebih remaja akhir yang berstatus mahasiswa. Fenomena alienasi biasa dilekatkan pada aktivitas kejahatan, alkoholisme, prasangka rasial, keresahan buruh, kenakalan anak dan remaja, serta penyakit jiwa. Ditengarai tingkat religiusitas dan konsep diri memiliki hubungan dengan kecenderungan terjadinya penyakit mental, misalnya alienasi diri. Namun demikian, bagaimana arah hubungan tersebut belum diketahui. Penelitian ini bertujuan membuktikan secara empiris hubungan antara religiusitas dan konsep diri dengan kecenderungan terjadinya alienasi diri pada remaja akhir yang berstatus mahasiswa. Populasi subyek dari penelitian ini adalah mahasiswa pada dua perguruan tinggi ternama di Yogyakarta, yaitu Universitas Gadjah Mada dan Universitas Negeri Yogyakarta dengan jumlah subyek sebanyak 200 orang, namun data ysng kembali dan inemenuhi syarat untuk dianalisis hanya sebanyak 172. Data diolah dengan analisis regresi memakai program statistik SPS edisi Sutrisno Hadi tahun 2001. Hasi1 dari penelitian ini diperoleh dukungan terhadap hipotesis penelitian, yaitu bahwa ada hubungan antara religiusitas dan konsep din dengan kecenderungan terjadinya alienasi din (R= 0.614; p= 0.000). Terdapat hubungan negatif antara religiusitas dengan alienasi diri (my-sisa x= -0.344; p= 0.000). Selain itu juga diketahui adanyzl hubungan negatif antara konsep diri dengan alienasi diri (my-sisa x= -0.384; p= 0.000). Penelitian ini juga telah berhasil mengungkap beberapa aspek dari variabel bebas yang ditengarai memiliki hubungan dengan aspek-aspek yang terdapat dalam variabel terikat. Jadi, secara keseluruhan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingginya tingkat religiusitas dan konsep diri positif merupakan prediktor yang kuat bagi tidak terjadinya alienasi diri.
As one of the diseases in the modern societies, self-alienation is a mental ailment which, whether we consciously know it or not, can attack anyone, especiaily late adolescents who are still studying in the university. The phenomenon of such an ailment, as a rule, is attached to crimes, alcoholism, racial prejudices, labor unrest, child and juvenile delinquency, and also psychological disturbances. Mental ailment such as self-alienation might be indicated through the level of one’s re1igios;ty and self-concept. However, type of its relation is yet to be known. This research is aimed at proving the empirical relations between religiosity and self-concept and the tendency to be self-alienated among late adolescents who are university students. The subject population in this research is some 200 students from the two outstanding universities in Yogyakarta, namely Gadjah Mada University and State University of Yogyakarta. The number of returned data, however, is only 172 to be analyzed. The data are treated with a regression analysis using SPS statistic program written by Sutrisno Hadi. Results of this research provide the research hypothesis with some supports, i.e., there is a relation between religiosity and self-concept and the tendency to be self-alienated (R = 0.614; p = 0.000); there is also a negative relation between religiosity and self-alienation (my-sisa x = -0.344; p= 0.000) ; and there is also a negative relation between self-concept and self-alienation (my-sisa x =-0.384; p-0.000 j. This research also succeeds in disclosing some aspects from free variables which are indicated as having relations to the aspects deriving from the binding variables. Thus, the whole result of this research can be summarized that the level of religiosity and positive self-concept are the strong predictors to find out the indication of self-alienation.
Kata Kunci : Alienasi Diri, Religiusitas, Konsep Diri, Self-Alienation, Religiosity, Self-concept