ANALISIS EFISIENSI TEKNIS RELATIF BELANJA PENDIDIKAN PADA KABUPATEN/KOTA DI KALIMANTAN TAHUN 2015-2019 (PENDEKATAN TWO-STAGE DATA ENVELOPMENT ANALYSIS)
HERI WIJAYANTI, Ardyanto Fitrady, M.A., Ph.D.
2021 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efisiensi teknis relatif belanja pemerintah di bidang pendidikan dan menganalisis variabel non-diskresioner yang mempengaruhi tingkat efisiensi teknis tersebut pada 56 kabupaten/kota di wilayah Kalimantan selama tahun 2015-2019, dengan pendekatan Data Envelopment Analysis dua tahap dengan analisis regresi data panel pada tahap kedua. Variabel input yang digunakan adalah pengeluaran pendidikan per siswa dan rasio guru per siswa, sedangkan variabel output-nya adalah nilai ujian nasional dan APM. Perhitungan skor efisiensi dan regresi data panel dilakukan per jenjang pendidikan SMP dan SMA/SMK. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan sumber daya pendidikan di wilayah Kalimantan belum efisien secara relatif, dengan skor rata-rata sebesar 0,888 untuk jenjang SMP dan 0,899 untuk jenjang SMA/SMK. Terdapat tiga DMU efisien secara relatif selama tahun 2015-2019 yaitu Kota Balikpapan, Kota Bontang, dan Kota Pontianak dengan skor efisiensi 1, sedangkan DMU dengan rata-rata skor efisiensi terendah selama lima tahun adalah Kabupaten Balangan sebesar 0,729 (jenjang SMP) dan Kabupaten Tana Tidung sebesar 0,787 (jenjang SMA/SMK). Variabel non-diskresioner yang berpengaruh signifikan terhadap skor efisiensi pada jenjang SMP adalah rasio pendidikan guru, tingkat pengangguran terbuka, logaritma PDRB per kapita, dan proporsi belanja pendidikan terhadap belanja daerah, sedangkan pada jenjang SMA/SMK adalah rasio sertifikasi guru, logaritma PDRB per kapita, proporsi belanja pendidikan terhadap belanja daerah, dan tingkat pendidikan orang tua. Variabel tingkat keparahan kemiskinan tidak berpengaruh signifikan terhadap skor efisiensi pada kedua jenjang pendidikan.
The purpose of this study is to analyze the relative technical efficiency of government expenditure in education sector and analyze the non-discretionary variables may influence the efficiency of 56 districts/cities in Kalimantan during 2015-2019, using a two-stage Data Envelopment Analysis approach with panel data regression analysis in the second stage. The input variables used are education expenditure per student and teacher-student ratio, while the output variables are national exam scores and NER. The calculation of efficiency scores and panel data regression was carried out per junior and senior high school/vocational education levels. The results show that the education expenditure in the Kalimantan region is relatively inefficient, with an average score of 0.888 for the junior high school level and 0.899 for the senior high school level. There were three relatively efficient DMUs during 2015-2019, namely Balikpapan City, Bontang City, and Pontianak City with an efficiency score of 1, while the DMUs with the lowest average efficiency score for five years were Balangan Regency at 0.729 (junior high school level) and Tana Tidung Regency is 0.787 (senior high school level). Non-discretionary variables that have a significant effect on efficiency scores at the junior high school level are the teacher education ratio, the open unemployment rate, the logarithm of GRDP per capita, and the proportion of education spending to regional spending, while at the senior high school level it is the teacher certification ratio, the logarithm of GRDP per capita, the proportion of education spending to regional spending, and parents education level.
Kata Kunci : Efisiensi Belanja Pendidikan, Data Envelopment Analysis (DEA), Regresi Data Panel/ Education Expenditure Efficiency, DEA, Panel Data Regression