LEGAL STANDING PIHAK KETIGA DALAM GUGATAN PEMBATALAN HIBAH ISTRI KEPADA SUAMI DALAM MASA PERKAWINAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 723/PDT.G/2013/PN.DPS. jis. PUTUSAN NOMOR 04/PDT/2015/PT.DPS DAN PUTUSAN NOMOR 1893 K/PDT/2015)
ZAINUDIN, Dr. R.A. Antari Innaka Turingsih, S.H., M.Hum.
2021 | Tesis | MAGISTER KENOTARIATANTesis ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis legal standing pihak ketiga atas gugatan pembatalan hibah yang dilakukan istri kepada suami yang terjadi dimasa perkawinan dimana objek hibah yang diberikan istri kepada suami merupakan hibah yang pernah diberikan oleh pihak ketiga, serta mengetahui dan menganalisis dasar pertimbangan Majelis Hakim sampai pada putusan yang mengabulkan gugatan pembatalan hibah yang dimohonkan oleh pihak ketiga. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan dilengkapi wawancara. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kepustakaan yang didukung dengan adanya wawancara secara bebas terpimpin. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumen yang dilakukan untuk mendapatkan data sekunder yang meliputi bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun hibah merupakan perbuatan hukum privat dan tidak dapat dibatalkan, ketiga sistem hukum yang berlaku di Indonesia yaitu Hukum Islam, Hukum Adat dan Hukum Perdata Barat masing-masing memberikan ketentuan mengenai pembatalan hibah dan siapa saja pihak yang dapat mengajukan gugatan pembatalan atas suatu hibah. Sementara itu, Majelis Hakim memutuskan untuk menerima gugatan pembatalan hibah oleh pihak ketiga dalam kasus ini karena memiliki legal standing untuk mengajukan gugatan pembatalan hibah dan dapat membuktikan dalil-dalil gugatan tersebut.
The objectives of this thesis are 1) to study and analyze the legal standing of third party on grant nullity lawsuit of wife's grant toward husband in marital period where the granted objects were given or owned by the third party; 2) to study and analyze the Panel of Judges' considerations to the final decision to grant the nullification lawsuit claimed by the third party. This thesis research is a literature study research and conducted by using normative juristic approach and using literature study and guided interview as the primary data collection method. In order to support the primary data, the secondary data of Indonesia's primary and secondary law systems are collected through literature study method as well. The result of this research shows that although the grant is one of the acts under private law and cannot be nullified, each of the Indonesia's primary, secondary, and tertiary law systems (Hukum Islam, Hukum Adat and KUHPerdata) is able to provide law rules to claim Grant Nullify Lawsuit and who can claim it as well. In the case used in this research, the Panel of Judges decide to grant the third party's grant nullity lawsuit because the third party has legal standing and can provide the legal reasoning of the lawsuit.
Kata Kunci : Hibah, Pembatalah Hibah, Pihak Ketiga/ Grant, Grant Nullity, Third Party