Pengaruh Pemberian Bakteri Asam Laktat asal Saluran Pencernaan Itik Lokal Aceh secara Oral terhadap Produksi Karkas dan Lemak Abdominal Itik Hibrida Jantan
FIRMAN DWI DEWANTO, Prof. Ir. Wihandoyo, MS., Ph.D. ; Dr. Ir. Chusnul Hanim, M.Si., IPM., ASEAN Eng.
2021 | Skripsi | S1 ILMU DAN INDUSTRI PETERNAKANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri asam laktat (BAL) asal saluran pencernaan itik lokal Aceh terhadap produksi karkas dan lemak abdominal itik Hibrida jantan. Penelitian ini menggunakan 60 ekor itik Hibrida putih jantan yang dihasilkan dari persilangan itik Pecking dan Khaki Campbell. Bakteri asam laktat diberikan kepada itik jantan melalui oral dengan jenis bakteri Pediococcus acidilactici dan Lactobacillus fermentum. Itik Hibrida jantan ditempatkan secara acak dalam empat perlakuan yang terdiri dari: tanpa pemberian antibiotik dan bakteri asam laktat (kontrol negatif) (K), antibiotik Bacitracin 40 mg/kg pakan (AB), penambahan bakteri Lactobacillus fermentum 106 CFU/ml (LF), penambahan bakteri Pediococcus acidilactici 106 CFU/ml (PA). Setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan masing-masing ulangan terdiri atas 5 ekor itik. Pada umur 56 hari, seluruh itik di setiap kandang perlakuan ditimbang untuk mendapatkan data bobot hidup. Satu ekor itik dengan bobot badan mendekati nilai median dari setiap kelompok kandang dipilih untuk diambil datanya, yang meliputi: bobot karkas, persentase karkas, bobot lemak abdominal, dan persentase lemak abdominal. Data yang diperoleh dianalisis statistik menggunakan Rancangan Acak Lengkap Pola Searah. Data dengan perbedaan yang nyata diuji lanjut menggunakan Duncan�s new Multiple Range Test (DMRT). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan bakteri asam laktat Lactobacillus fermentum dan Pediococcus acidilactici berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap bobot karkas dan persentase karkas, namun berpengaruh tidak nyata bobot hidup, bobot lemak abdominal, dan persentase lemak abdominal. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan bakteri asam laktat asal saluran pencernaan itik lokal Aceh secara oral dapat bermanfaat untuk meningkatkan produksi karkas.
This study aims to determine the effect of giving lactic acid bacteria (LAB) from the digestive tract of Aceh local ducks on the production of carcass and abdominal fat of male hybrid ducks. This study used 60 male white hybrid ducks. Lactic acid bacteria were given to male ducks orally with the types of bacteria Lactobacillus fermentum and Pediococcus acidilactici. Ducks hybrid males were placed randomly into four treatments consisting of: without antibiotics and lactic acid bacteria (negative control) (K), the Bacitracin antibiotics 40 mg/kg of feed (AB), the addition of Lactobacillus fermentum 106 CFU/ml (LF), the addition of bacteria Pediococcus acidilactici 106 CFU/ml (PA). Each treatment consisted of 3 replications and each replication consisted of 5 ducks. At the age of 56 days, all ducks in each treatment cage were weighed to obtain data on harvest weight, feed consumption, and feed efficiency. One duck with body weight close to the median value from each cage group was selected for data collection, which included: carcass weight, carcass percentage, abdominal fat weight, and abdominal fat percentage. The data obtained were statistically analyzed using a completely randomized design with a unidirectional pattern. Data with significant differences were further tested using Duncan's new Multiple Range Test (DMRT). The results of the analysis showed that the treatment of lactic acid bacteria Lactobacillus fermentum and Pediococcus acidilactici affected on carcass weight and carcass percentage, but had not affect slaughter weight, abdominal fat weight, and abdominal fat percentage. The research can be concluded that given of lactic acid bacteria from the digestive tract of Aceh local ducks orally could be beneficial to increase carcass production.
Kata Kunci : Itik Hibrida, Lactobacillus fermentum, Pediococcus acidilactici, Produksi Karkas, Lemak Abdominal