Laporkan Masalah

ILUSI HIJAU: TANAH, MODAL, DAN ROMANTISME MENJADI PETANI

LUTFI RETNO W, Dr. Agung Wicaksono, M.A

2021 | Tesis | MAGISTER ANTROPOLOGI

Beberapa tahun terakhir, ada banyak orang tertarik menjadi petani dengan menggunakan metode pertanian lestari. Secara teori, pertanian lestari (sustainable agriculture) merupakan sistem pertanian yang berakar pada sumber daya alam sekitar, berlandaskan lingkungan, dan menjaga kelestarian alam. Pertanian lestari sering dipersepsikan sebagai oposisi dari pertanian modern yang cenderung membuat pertanian seperti proses industri penyebab banyak kerusakan lingkungan. Tetapi pada prakteknya, pertanian lestari menjadi kapitalisme hijau karena muncul kelompok konsumen perkotaan yang mau membayar lebih untuk segala sesuatu dengan embel-embel alami. Persepsi jika pertanian lestari merupakan hal baik yang melawan keburukan pertanian modern juga mengakibatkan banyak orang yang tidak memiliki latar belakang pertanian tertarik menjadi petani. Namun, tidak semua dapat menjadi petani karena mereka tidak memiliki aset, akses, dan bantuan. Segelintir orang dapat bertani karena mereka memiliki lahan dan modal, sebagian pertaniannya komersil, dan atau dikombinasikan dengan mata pencaharian lain. Hanya ada sedikit petani yang mau menggunakan pertanian lestari karena hal tersebut tidak efisien dan mahal. Kata kunci: Pertanian lestari, lingkungan, modal

These recent years, there have been people interested in becoming farmers using sustainable farming methods. Theatrically, sustainable agriculture is an agricultural system rooted in local natural resources, environmental friendly and preserving nature. Sustainable agriculture is often perceived as opposition to modern agriculture which tends to make agriculture like industrial process that causing environmental damage. Practically, sustainable agriculture becomes green capitalism because there are urban consumers that are willing to pay more for everything with natural label. The perception that sustainable agriculture is a good thing against modern agriculture causes many people who do not have agricultural background to be interested in becoming farmers. However, just a little that becomes farmers because they do not have assets, access, and assistance. A few people can farm because they have land and capital; some are commercial: and/or combined with other livelihoods. There are few farmers who practice sustainable agriculture because it is inefficient and expensive. Keywords: Sustainable agriculture, environment, capital.

Kata Kunci : Pertanian lestari, lingkungan, modal

  1. S2-2021-449311-bibliography.pdf  
  2. S2-2021-449311-tableofcontent.pdf  
  3. S2-2021-449311-title.pdf  
  4. S2-2121-449311-abstract.pdf