Laporkan Masalah

Pencegahan Dini Kekerasan Seksual pada Anak Berbasis Teknologi Informasi Mobile "Save d'Kids"

VIVIAN NANNY LIA D, dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, M.P.H., Ph.D.; dr. Mei Neni Sitaresmi, Sp.A.(K)., Ph.D.

2021 | Disertasi | DOKTOR ILMU KEDOKTERAN DAN KESEHATAN

Latar Belakang: Indonesia mengalami darurat kekerasan seksual pada anak (KSA). Program pencegahan lebih diutamakan mengingat tingginya angka kejadian dan dampak buruk KSA. Salah satu pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui edukasi pada anak dan orang di sekitarnya. Program berbasis sekolah terbukti efektif dalam edukasi KSA pada anak. Potensi teknologi informasi mobile, dapat dimanfaatkan sebagai sarana dalam edukasi KSA. Tujuan: Menemukan model promosi pencegahan dini KSA berbasis teknologi informasi mobile yang sesuai untuk anak sekolah di taman kanak-kanak (TK) DIY. Metode: Penelitian mixed methods study design dengan rancangan embedded, dilakukan dalam dua fase di sekolah TK wilayah DIY. Fase I dengan rancangan kualitatif untuk menganalisis kebutuhan mengenai KSA dan membuat model promosi kesehatan yang sesuai, melibatkan 12 guru, delapan tenaga kependidikan, dan 18 orang tua, menggunakan panduan FGD dan wawancara mendalam yang dikembangkan oleh peneliti. Fase II menggunakan rancangan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian kuantitatif dengan rancangan quasi experiment non-equivalent pre-test post-test control group design untuk menguji efektivitas model promosi kesehatan dengan melibatkan guru-tenaga kependidikan (intervensi: 22 orang, kontrol: 22 orang), orang tua (intervensi: 39 orang, kontrol: 69 orang) dan anak usia dini (intervensi: 39 orang, kontrol: 69 orang). Luaran yang dinilai: pengetahuan, keterampilan, dan self-efficacy guru-tenaga kependidikan, orang tua, dan anak menggunakan instrumen yang sudah divalidasi. Penelitian kualitatif eksplanatori untuk mengkaji penerimaan program Save d'Kids dilakukan melalui wawancara pada lima guru, tiga tenaga kependidikan, dan satu orang tua menggunakan menggunakan panduan wawancara yang dikembangkan peneliti. Analisis data untuk menguji hipotesis pengaruh intervensi promosi kesehatan menggunakan Wilcoxon sign rank test dan Wilcoxon rank-sum test. Kemungkinan pengaruh pengetahuan, self-efficacy, dan keterampilan orang tua, guru, dan tenaga kependidikan terhadap pengetahuan dan keterampilan anak dengan memperhatikan level sekolah (negeri dan swasta) dianalisis menggunakan uji linier model. Hasil: Penelitian kualitatif menghasilkan model promosi pencegahan dini KSA yang dinamakan Save d'Kids. Penelitian kuantitatif membuktikan Save d'Kids terbukti efektif meningkatkan self-efficacy dan keterampilan orang tua pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Partisipan merasa model promosi kesehatan Save d'Kids bermanfaat dan informasi yang diberikan detail. Kesimpulan: Save d'Kids dapat menjadi model alternatif bagi sekolah TK untuk meningkatkan literasi kesehatan mengenai KSA dan pencegahannya.

Background: Child sexual abuse (CSA) in Indonesia has reached an alarming degree. Prevention programs prioritized, considering the high incidence and adverse impacts of CSA. One of the prevention programs is education to children and people around them. School-based programs have proven to be effective in CSA education in children. On the other hand, the potential of mobile information technology as a means of CSA education. Objective: The study aimed to find a health promotion model for CSA prevention based on mobile information technology suitable for children at Kindergarten in Yogyakarta Special Region. Methods: A mixed-methods study with embedded design, carried out in two phases in kindergarten schools in Yogyakarta Special Region. Phase I was a qualitative research to analyze community needs regarding CSA and create a health promotion model that fits the needs of the target. Data collection method using FGDs and in-depth interviews in 12 teachers, eight non-educative staff, and 18 parents, using FGD guidelines and in-depth interviews developed by the researcher. Phase II research used quantitative and qualitative design. The quantitative study (a quasi-experimental with non-equivalent pre-test post-test control group design) aimed to test the effectiveness of the health promotion model, involving teachers-non-educative staff (intervention: 22-person, control: 22-person) and parents-early childhood (each of intervention group: 39-person, control: 69-person). The outcomes assessed were the knowledge, skills, and self-efficacy using a validated instrument. The qualitative research aimed to examine the acceptance of the Save d'Kids involving five teachers, three non-educative staff, and one parent. Data collected with interview using an instrument that developed by the researcher. Data analysis for the effect of health promotion interventions used the Wilcoxon sign rank test and Wilcoxon rank-sum test. The possible influence of knowledge, self-efficacy, and skills of parents, teachers, and non-educative staff on children's knowledge and skill concerning school level (public and private) was analyzed using a linear test model. Results: The health promotion model for early prevention of CSA was developed based on the qualitative study results named Save d'Kids was proven effective in increasing self-efficacy and parental skills in the intervention group compared to the control group. Participants felt that Save d'Kids was helpful, and the information on CSA education detail explained. Conclusion: Save d'Kids can be an alternative model for kindergarten schools to improve health literacy about CSA and its prevention.

Kata Kunci : Save d'Kids, edukasi, pencegahan, kekerasan seksual pada anak

  1. S3-2021-405281-abstract.pdf  
  2. S3-2021-405281-bibliography.pdf  
  3. S3-2021-405281-tableofcontent.pdf  
  4. S3-2021-405281-title.pdf