Remote Sensing Untuk Pemantauan Perubahan Pola Distribusi Spasial UMKM Pada Lokasi Rawan Banjir Dalam Pemetaan Skala Detail (Studi Kasus : Banjir Tahun 2015 Di Kelurahan Banyuanyar, Surakarta)
AGNES SURYANING TYAS, Dr. Evita Hanie Pangaribowo, MIDEC; Dr. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc
2021 | Tesis | MAGISTER ILMU LINGKUNGANUMKM merupakan segmen yang paling rentan saat terjadi bencana. Keterbatasan dana dan tingkat adaptasi yang rendah menjadikannya tidak mampu dalam mengelola kerugian pasca bencana. Namun peranannya penting dalam penurunan angka kemiskinan, mencetak tenaga kerja produktif, dan investasi. Banjarsari merupakan kecamatan dengan korban terbanyak saat banjir besar April 2015. Kelurahan Banyuanyar adalah salah satu kelurahannya dengan topografi dataran rendah diantara Zona Depresi Tengah Pulau Jawa serta berbatasan langsung dengan Kali Pepe (Sub DAS Bengawan Solo), yang menjadikan wilayahnya rawan banjir. Disisi lain Rencana pengembangan kota menjadikannya sebagai Kawasan Strategis Kepentingan Pertumbuhan Ekonomi, dengan adanya Jalan Lingkar Utara yang menghubungkan perdagangan Solo dengan Kota Besar lainnya di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan mengamati stimulus pertumbuhan UMKM pasca banjir besar April 2015, sehingga dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan ekonomi dengan mempertimbangkan tingkat resiko banjir. Sekaligus memberikan informasi kepada pelaku usaha tentang zona dan tingkatan kerawanan banjir di Banyuanyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu (1) interpretasi UMKM dengan identifikasi ciri fisik bangunan UMKM, berdasarkan elemen citra seperti situs, rona/warna, tekstur, ukuran, bentuk, dan pola tatanan ruang (2) membuat model dan tingkatan kerawanan banjir dengan Weighted Overlay Mapping (3) analisis pola distribusi spasialnya berdasarkan jarak terdekat, jumlah, dan luas wilayah dengan Nearest Neighbor Analysis, sehingga terlihat pola UMKM yang mengelompok ataupun menyebar (4) analisis pola kepadatan UMKM dengan Kernel Density untuk melihat stimulus ekonomi dalam satu kepadatan, serta jenis usaha apa yang berkembang disekelilingnya. Hasil penelitian berupa model distribusi spasial UMKM dan peta tingkat kerawanan banjir di Banjarsari.
MSMEs are the most vulnerable segment to disaster. Limited funds and low levels of adaptation make them unable to manage post-disaster losses. However, it plays an important role in reducing poverty, producing productive workers, and investing. Banjarsari is the sub-district with the most victims when the flood disaster happening in April 2015. Banyuanyar Urban Village is part of it with a lowland topography on the Central Depression Zone of Java Island and directly contiguous to Pepe River (Bengawan Solo Sub-watershed), which makes it vulnerable to flooding. Besides that, the city's development plan has made it be Strategic Area of Interest for Economic Growth with the North Ring Road, that connects the trade of Solo with other big cities on the island of Java. This research aims to observe the stimulus for the growth of MSMEs after the flood disaster, so it can assist the government to formulate economic policies by considering the level of flood risk. At the same time providing information to businessman about the zone and level of flood vulnerability in Banyuanyar. The methods used in this research are (1) the interpretation of MSMEs by identifying the physical characteristics of the MSMEs buildings, based on image elements such as sites, hues/colors, textures, sizes, shapes, and patterns of spatial arrangement (2) making models and levels of flood vulnerability with Weighted Overlay Mapping (3) analysis of the spatial distribution pattern based on the closest distance, number, and area with Nearest Neighbor Analysis, so we will know exactly the pattern of MSMEs is clustered or spread (4) analysis of MSME density patterns with Kernel Density to see economic stimulus in one density, and what types of businesses are developing around them. The results of the study are in the form of a spatial distribution model of MSMEs and a map of the level of flood susceptibility in Banjarsari.
Kata Kunci : UMKM, banjir, weighted overlay, pola distribusi spasial