Efisiensi Pemasaran Kubis Kecamatan Pakis di Kabupaten Magelang
AHMAD RAFFLY RUSLY P, Sugiyarto, S.P., M.Sc.; Prof. Dr. Ir. Dwidjono Hadi Darwanto, MS.
2021 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISKecamatan Pakis, Kabupaten Magelang merupakan salah satu daerah penghasil kubis terbesar di Jawa Tengah, namun masih ada beberapa kendala terkait pemasaran, salah satunya yaitu bagian harga yang diterima petani rendah. Sehingga diperlukan evaluasi terhadap kinerja pemasaran yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui hubungan saluran pemasaran dengan marjin pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran kubis di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, (2) mengetahui hubungan saluran pemasaran dengan farmers share pada masing-masing saluran pemasaran kubis di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, (3) dan mengetahui hubungan saluran pemasaran dengan nilai inefisiensi pemasaran pada masing-masing saluran pemasaran kubis di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Lokasi penelitian ditentukan dengan metode purposive sampling, kemudian pengambilan sampel petani dilakukan menggunakan teknik proportional random sampling dengan melibatkan 35 petani dari Kecamatan Pakis, dan pengambilan sampel pedagang menggunakan metode snowball sampling dengan melibatkan 14 pedagang dari Kabupaten Magelang. Marjin pemasaran, farmers share, dan nilai inefisiensi pemasaran diketahui dengan menggunakan analisis kuantitatif. Sedangkan untuk mengetahui hubungan saluran pemasaran dengan marjin pemasaran, farmers share, dan nilai inefisiensi pemasaran menggunakan analisis korelasi. Berdasarkan hasil penelitian terdapat 3 saluran pemasaran kubis di Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang. Hasil penelitian menunjukkan (1) semakin panjang saluran pemasaran maka semakin besar nilai marjin pemasaran, (2) semakin panjang saluran pemasaran maka semakin kecil nilai farmers share, (3) dan semakin panjang saluran pemasaran maka semakin besar nilai inefisiensi pemasaran. Selain itu, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa saluran III merupakan saluran pemasaran paling efisien dengan nilai marjin pemasaran sebesar Rp3000,00/Kg; nilai farmers share sebesar 45,45%; dan nilai inefisiensi pemasaran sebesar 7,71%.
Pakis Sub-district, Magelang Regency is one of the largest cabbage producing areas in Central Java, but there are some problems related to the marketing, particularly low farmers share. This study aims to (1) determine the relationship between marketing channels and marketing margins, (2) analyze the relationship between marketing channels and farmer's share, (3) and understand the relationship between marketing channels and the value of marketing inefficiency. The research location was determined by purposive sampling method, while sample of farmers was determined by using a proportional random sampling involving 35 farmers from Pakis Sub-district. In addition, 14 samples of cabbage traders were involved in this research by using a snowball sampling method. Quantitative analysis was employed to determine marketing margin, farmer's share, and marketing inefficiency. Meanwhile, Pearson correlation test was applied to determine the relationship between marketing channels and marketing margins, farmer's share, as well as marketing inefficiency. The result shows (1) marketing margins are positively correlated with marketing channels, (2) farmers shares are negatively correlated with marketing channels, (3) marketing inefficiencies are positively correlated with marketing channels. Furthermore, the results also reveal that marketing channels III is the most efficient marketing channel with a marketing margin, farmer's share, and marketing inefficiency of Rp3000,00/Kg; 45,45%; and 7,71%, respectively.
Kata Kunci : pemasaran, saluran, marjin, farmers share, inefisiensi