Hubungan Antara Jenis Kelamin Dengan Gangguan Cemas Terhadap Siswa di Boarding School di Magelang
ROMY BASSAM DSJ, dr. Irwan Supriyanto, Ph.D., Sp. KJ; Dr.dr. Carla R Marchira, Sp.KJ (K)
2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERANLatar Belakang: Kecemasan pada remaja siswa sekolah menengah pertama boarding school cukup tinggi, hal itu bisa dikaitkan dengan berbagai faktor seperti genetik, kecenderungan kognitif, jenis kelamin, dan faktor sosial budaya. Jenis kelamin sendiri merupakan faktor yang paling sering dikaitkan dalam berbagai studi tentang tingkat kecemasan pada remaja, dan perempuan dianggap memiliki gejala cemas yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Oleh sebab itu, perlu diketahui mengenai hubungan jenis kelamin dengan cemas pada remaja terutama pada siswa tahun pertama SMP boarding school. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara jenis kelamin dengan cemas pada siswa boarding school tahun pertama di SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang tahun ajaran 2018/2019. Metode: Penelitian non eksperimental, analitik observasional, dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian ialah siswa kelas VII SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi. Instrumen yang digunakan yakni kuesioner data pribadi, dan Revised Children’s Manifest Anxiety Scale (RCMAS). Data dianalisis secara statistik dengan teknis analisis univariat menggunakan analisis deskriptif dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil: Kecenderungan cemas pada siswa kelas VII tahun pertama SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang adalah sebesar 23,92% dimana siswa laki-laki memiliki kecenderungan cemas lebih tinggi yaitu sebesar 30,00%, sedangkan kecenderungan cemas pada siswa perempuan yaitu sebesar 19,33%. Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak adanya perbedaan hubungan yang bermakna antara jenis kelamin dengan kecenderungan cemas pada siswa kelas VII tahun pertama SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang, sedangkan hasil analisis bivariat lain menunjukkan bahwa tidak ada variabel lain yang memiliki hubungan bermakna dengan kecenderungan cemas. Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan hubungan antara jenis kelamin dengan cemas pada siswa boarding school tahun pertama di SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Kabupaten Magelang tahun ajaran 2018/2019. Siswa dengan jenis kelamin laki – laki memiliki skor RCMAS yang lebih tinggi dibandingkan siswa jenis perempuan.
Background: Anxiety among junior high school boarding school students is quite high, it can be attributed to various factors such as genetics, cognitive tendencies, gender, and socio-cultural factors. Gender is the factor most frequently associated in various studies on the level of anxiety in adolescent, and women are considered to have a higher rate of anxiety symptom than men. Therefore, it is necessary to know about the association between gender and anxiety in adolescent, especially in the first year of junior high school boarding school students. Purpose: This study was conducted to determine the relationship between gender and anxiety in first year boarding school students at SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang Regency in the 2018/2019 academic year. Methods: Non-experimental research, observational analytic, with cross sectional design. The research subjects were grade VII students of SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid Magelang Regency who met the inclusion and exclusion criteria. The instrument used were a personal data questionnaire, and the Revised Children’s Manifest Anxiety Scale (RCMAS). Data were analyzed statistically with univariate analysis technique using Chi Square test. Results: The tendency to be anxious in grade VII students of the first year of SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang Regency was 23,92% where male students had a higher tendency to worry, namely 30,00%, while the tendency to be anxious in female students was 19,33%. The results of the bivariate analysis showed that there was no significant difference in the association between gender and anxious tendencies in the seventh grade students of SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang Regency, while the results of other bivariate analysis showed that there were no other variabels that had a significant association with anxiety tendencies. Conclusion: There is no difference in the association between gender and anxiety in first-year boarding school students at SMP IT Ihsanul Fikri Mungkid, Magelang Regency. 2018/2019 academic year. Male students have higher RCMAS scores than female students.
Kata Kunci : Cemas, Remaja, Jenis Kelamin, Boarding School.