Laporkan Masalah

Distribusi Kasus Keracunan Yang Terjadi Di Instalasi Gawat Darurat RSA UGM Tahun 2016-2018

RIZQI SURYA P, dr. I. B. G. Surya Putra Pidada, Sp.F., M (K); dr. Hendro Widagdo, Ph.D, Sp.F M (K)

2021 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Latar Belakang. Racun merupakan zat yang jika terhisap, tertelan, tertempel pada kulit, diabsorpsi oleh tubuh, ataupun dihasilkan di dalam tubuh dalam jumlah yang relatif sedikit akan mengakibatkan terjadinya reaksi kimia yang membuat tubuh cedera. Di Amerika, pada tahun 2017 lebih dari 2 juta kasus keracunan dan kasus keracunan ini didominasi oleh balita umur 1 tahun. Berdasarkan data BPOM tahun 2016, di Indonesia dari 8407 kasus sebagian besar keracunan terjadi karena bisa ataupun racun binatang yang mana sebanyak 32% kasus. Tingginya angka keracunan yang ada di Indonesia disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah kurangnya pengawasan dan regulasi terhadap peredaran bahan-bahan beracun. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengetahui persebaran distribusi kasus keracunan berdasarkan umur, jenis kelamin, asal/tempat tinggal, cara terjadinya dan penyebab terseringnya. Metode. Penelitian ini bertujuan mengetahui persebaran distribusi kasus keracunan berdasarkan umur, jenis kelamin, asal/tempat tinggal, cara terjadinya dan penyebab terseringnya. Hasil. Distribusi kasus keracunan di IGD RSA UGM tahun 2016-2018 didapatkan jumlah kasus keracunan sebanyak 63 kasus, dengan jumlah kasus terbanyak ada pada tahun 2017 sebanyak 45 (71,4%) kasus. Jenis racun tebanyak adalah keracunan makanan secara biologis sebanyak 43 (68,3%) kasus. Area tempat tinggal terbanyak yang terdapat kasus keracunan adalah D.I Yogyakarta sebanyak 58 (92,1%) kasus. Rentang umur terbanyak yang mengalami keracunan adalah masa dewasa awal & akhir sebanyak 23 (36,5%) kasus. Jenis kelamin yang paling banyak yang mengalami keracunan adalah perempuan sebanyak 32 (54%) kasus. Cara masuknya racun terbanyak adalah tertelan melalui mulut sebanyak 63 (100%). Kesimpulan. Berdasarkan data yang diambil dari hasil rekam medis di Instalasi Gawat Darurat RSA UGM tahun 2016-2018 didapatkan hasil distribusi kasus keracunan terbanyak terjadi pada tahun 2017 (71,4%). Jenis racun terbanyak disebabkan oleh keracunan makanan (68,3%). Lingkungan tempat tinggal dengan kasus keracunan terbanyak pada daerah Sleman Yogyakarta. Kriteria usia dengan kasus keracunan terbanyak pada usia 26-45 tahun (36,5%). Perempuan (54%) mengalami kasus keracunan lebih tinggi dibanding laki-laki. Dan cara keracunan terbanyak tertelan melalui mulut.

Background. Poisons are substances which, if inhaled, swallowed, stuck to the skin, are absorbed by the body, or produced in the body in relatively small amounts, will result in a chemical reaction that causes injury to the body. In America, in 2017 more than 2 million cases of poisoning and cases of poisoning were dominated by children aged 1 year. Based on BPOM data in 2016, in Indonesia, out of 8407 cases, most of the poisoning occurred due to venom or animal poison, which was 32% of cases. The high rate of poisoning in Indonesia is caused by several factors, one of which is the lack of supervision and regulation of the circulation of toxic substances. Objective. This study aims to determine the distribution of poisoning cases based on age, sex, origin / place of residence, the way it occurs and the most common causes. Methods. This study used a descriptive observational method with a cross sectional study design. The research subjects were poisoned patients who were treated at the Emergency Department of UGM RSA in 2016-2018. Poisoning cases can be obtained through medical record instruments. Result. The distribution of poisoning cases in the IGD RSA UGM in 2016-2018 found the number of poisoning cases as many as 63 cases, with the highest number of cases in 2017 as many as 45 (71.4%) cases. The most common type of poison was biological food poisoning in 43 (68.3%) cases. The area where the most cases of poisoning is living in D.I Yogyakarta, with 58 (92,1%) cases. The most age range that experienced poisoning was early and late adulthood as many as 23 (36.5%) cases. The sex with the most poisoning was women with 32 (54%) cases. The most common way of poisoning was ingested by mouth as much as 63 (100%). Conclusion. The distribution of poisoning cases in the IGD RSA UGM in 2016-2018 found the number of poisoning cases as many as 63 cases, with the highest number of cases in 2017 as many as 45 (71.4%) cases. The most common type of poison was biological food poisoning in 43 (68.3%) cases. The area where the most cases of poisoning is living in D.I Yogyakarta, with 58 (92,1%) cases. The most age range that experienced poisoning was early and late adulthood as many as 23 (36.5%) cases. The sex with the most poisoning was women with 32 (54%) cases. The most common way of poisoning was ingested by mouth as much as 63 (100%).

Kata Kunci : keracunan, instalasi gawat darurat rsa ugm, ilmu kedokteran forensik.

  1. S1-2021-397992-abstract.pdf  
  2. S1-2021-397992-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-397992-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-397992-title.pdf