PERBANDINGAN KETELITIAN DATA PENGUKURAN KEDALAMAN YANG DIHASILKAN MENGGUNAKAN MULTIBEAM ECHOSOUNDER DAN SINGLEBEAM ECHOSOUNDER (STUDI KASUS: PERAIRAN ROPA, NUSA TENGGARA TIMUR)
DIMAS PRASETYO A W, Comparative Test, SBES and MBES, Accuracy Test, Bathymetric Survey, The Ropa Sea
2021 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI SURVEI DAN PEMETAAN DASARBerangkat dari permasalahan kompleksitas instalasi Multibeam echosounder (MBES) yang begitu rumit, yaitu mengkombinasikan beberapa peralatan utama yaitu Motion Referene Unit, transducer serta GNSS. Sedangkan pada Singlebeam echosounder (SBES) mulai dari instalasi sampai setting peralatannya tidak sekompleks instalasi MBES. Pada pengukuran alat SBES posisinya hanya dipengaruhi oleh transducer, GNSS dan receiver saja. Maka dari itu data peremunan menggunakan MBES menghasilkan kedalaman yang akurat dibandingkan dengan SBES. Perbedaan kedua alat ini perlu untuk dikaji lebih lanjut dalam rangka mengidentifikasi ketelitan untuk perekaman topografi dasar laut yang dilakukan di Ropa untuk mendukung instalasi sistem kabel bawah laut, yang bisa jadi hasilnya mungkin akan sama atau bahkan sangat berbeda. Hal ini disebabkan karena masing-masing teknologi pada alat tersebut memiliki prosedur, kemampuan dan keterbatasannya yang berbeda. Oleh karena itu kegiatan pengkajian dan perbandingan ketelitian dari kedua alat ini menjadi sangat perlu untuk untuk dilakukan. Penelitian dilakukan di Perairan Ropa, Desa Keliwumbu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan luasan area pengukuran sekitar 40 hektar. Kegiatan akuisi data kedalaman dilakukan dengan menggunakan alat Odom Echotrac CVM (SBES) dan Konsberg EM2040 (MBES) yang diolah menggunakan perangkat lunak HYPACK 2018, yang kemudian data tersebut akan dibandingkan kedalamannya dengan datum vertikal referensi LAT (Lowest Astronomical Tide). Evaluasi ketelitian akan dilakukan dengan pendekatan statistik dengan perhitungan nilai Total Vertical Uncertainty (TVU) sesuai standar International Hydrogaphic Organization SP-44 Edition 6 Tahun 2020 order 1b, pengujian perbandingan dilakukan dengan menggunakan metode uji t-student dengan sampel berpasangan dan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil yang didapatkan, diketahui bahwa uji kualitas data SBES dan MBES menghasilkan nilai Total Vertical Uncertainty (TVU) uji sebesar 0,652 dengan nilai batas toleransi IHO 2020 sebesar 0,753 untuk data SBES dan sebesar 0,515, dengan nilai batas toleransi IHO 2020 sebesar 0,955 untuk data MBES, Hasil uji perbandingan pengukuran singlebaem echosounder dengan multibeam echosounder dengan metode uji t sampel berpasangan menggunankan tiga puluh titik sampel didapatkan hasil z tabel > t hitung dengan nilai 1,96 > 1,208 m sehingga kesimpulan pengukuran SBES dan MBES untuk studi kasus pengukuran perairan Ropa tidak berbeda secara signifikan.
Berangkat dari permasalahan kompleksitas instalasi Multibeam echosounder (MBES) yang begitu rumit, yaitu mengkombinasikan beberapa peralatan utama yaitu Motion Referene Unit, transducer serta GNSS. Sedangkan pada Singlebeam echosounder (SBES) mulai dari instalasi sampai setting peralatannya tidak sekompleks instalasi MBES. Pada pengukuran alat SBES posisinya hanya dipengaruhi oleh transducer, GNSS dan receiver saja. Maka dari itu data peremunan menggunakan MBES menghasilkan kedalaman yang akurat dibandingkan dengan SBES. Perbedaan kedua alat ini perlu untuk dikaji lebih lanjut dalam rangka mengidentifikasi ketelitan untuk perekaman topografi dasar laut yang dilakukan di Ropa untuk mendukung instalasi sistem kabel bawah laut, yang bisa jadi hasilnya mungkin akan sama atau bahkan sangat berbeda. Hal ini disebabkan karena masing-masing teknologi pada alat tersebut memiliki prosedur, kemampuan dan keterbatasannya yang berbeda. Oleh karena itu kegiatan pengkajian dan perbandingan ketelitian dari kedua alat ini menjadi sangat perlu untuk untuk dilakukan. Penelitian dilakukan di Perairan Ropa, Desa Keliwumbu, Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan luasan area pengukuran sekitar 40 hektar. Kegiatan akuisi data kedalaman dilakukan dengan menggunakan alat Odom Echotrac CVM (SBES) dan Konsberg EM2040 (MBES) yang diolah menggunakan perangkat lunak HYPACK 2018, yang kemudian data tersebut akan dibandingkan kedalamannya dengan datum vertikal referensi LAT (Lowest Astronomical Tide). Evaluasi ketelitian akan dilakukan dengan pendekatan statistik dengan perhitungan nilai Total Vertical Uncertainty (TVU) sesuai standar International Hydrogaphic Organization SP-44 Edition 6 Tahun 2020 order 1b, pengujian perbandingan dilakukan dengan menggunakan metode uji t-student dengan sampel berpasangan dan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan hasil yang didapatkan, diketahui bahwa uji kualitas data SBES dan MBES menghasilkan nilai Total Vertical Uncertainty (TVU) uji sebesar 0,652 dengan nilai batas toleransi IHO 2020 sebesar 0,753 untuk data SBES dan sebesar 0,515, dengan nilai batas toleransi IHO 2020 sebesar 0,955 untuk data MBES, Hasil uji perbandingan pengukuran singlebaem echosounder dengan multibeam echosounder dengan metode uji t sampel berpasangan menggunankan tiga puluh titik sampel didapatkan hasil z tabel > t hitung dengan nilai 1,96 > 1,208 m sehingga kesimpulan pengukuran SBES dan MBES untuk studi kasus pengukuran perairan Ropa tidak berbeda secara signifikan.
Kata Kunci : Comparative Test, SBES and MBES, Accuracy Test, Bathymetric Survey, The Ropa Sea