PERSPEKTIF MAHASISWA ANGKATAN 2018 TENTANG PERANAN NATIVE SPEAKER DALAM PEMBELAJARAN BAHASA JEPANG DI SEKOLAH VOKASI UGM
PIPIT SETIOWATI, Lufi Wahidati, S.S.,M.A.
2021 | Tugas Akhir | D3 BAHASA JEPANGPada perkuliahan bahasa Jepang di Program Studi DIII Bahasa Jepang Sekolah Vokasi UGM yang dilaksanakan secara luring sebelum terjadinya pandemi Covid-19, seringkali dosen mengundang native speaker dari Jepang untuk terlibat dalam kegiatan kelas. Pembelajaran bahasa Jepang bersama native speaker membawa dampak tersendiri bagi setiap mahasiswa. Tugas Akhir ini membahas mengenai perspektif mahasiswa tentang peranan native speaker dalam pembelajaran bahasa Jepang. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tiga hal berikut: 1) manfaat yang dirasakan oleh mahasiswa dengan adanya native speaker dalam proses pembelajaran; 2) mata kuliah yang sulit dan dirasa memerlukan peranan native speaker dalam pembelajaran; serta 3) motif dan tujuan mahasiswa belajar bahasa Jepang. Metode yang digunakan pada Tugas Akhir ini adalah metode penelitian kuantitatif diskriptif. Data dikumpulkan menggunakan dua jenis angket, yaitu angket terbuka dan angket tertutup. Angket tersebut disebarkan kepada mahasiswa DIII Bahasa Jepang Sekolah Vokasi UGM Angkatan 2018. Dilakukan juga wawancara tidak terstruktur kepada responden agar mendapatkan penjelasan yang lebih detail mengenai jawaban yang ada di angket. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterlibatan native speaker dalam pembelajaran di kelas membuat mahasiswa lebih bersemangat belajar bahasa Jepang. Selain itu adanya native speaker juga membuat mahasiswa semangat untuk berangkat ke kampus. Selain meningkatkan semangat belajar, kehadiran native speaker di mata kuliah kaiwa sangat membantu mahasiswa meningkatkan keterampilan berkomunikasi dan rasa percayadiri ketika berbicara dalam bahasa Jepang. Terkait motif dan tujuan mahasiswa mempelajari bahasa Jepang diketahui bahwa terdapat beberapa motif yang diungkap responden diantaranya adalah ketertarikan bekerja di perusahaan Jepang serta keinginan untuk pergi dan tinggal di Jepang.
In Japanese language learning which were held offline before the Covid- 19 pandemic at the Vocational College's Japanese Diploma Study Program Universitas Gadjah Mada, lecturers often invited Japanese native speakers to be involved in class activities.Learning Japanese with native speakers certainly has its own impact on each student. This final paper discusses the student's perspective on the role of native speakers in Japanese language learning. The research was conducted to determine the following three things: 1) the benefit of native speaker’s involvment in Japanese classes from the student’s point of view; 2) courses that are difficult and require the role of native speakers in learning; and 3) the motives and goals of students in learning Japanese. The method used in this final paper is descriptive quantitative research method. Data were collected using two types of questionnaires, namely open questionnaires and closed questionnaires. The questionnaire was distributed to students of Japanese Diploma Study Program of the Vocational College of Universitas Gadjah. Unstructured interviews were also conducted to respondents to get more detailed explanation of the answers in the questionnaire. The results showed that the involvement of native speakers in learning process was able to increase the students' enthusiasm in Japanese learning. In addition, the presence of native speakers made the students feel enthusiastic about going to campus. Especially, the involvement of native speakers in Kaiwa class is said to be very helpful for students in improving their communication skills and self-confidence when speaking in Japanese. Regarding the motives and goals of students studying Japanese, it is known that there are several motives expressed by students, including an interest in working in a Japanese company, and a desire to go and live in Japan.
Kata Kunci : native speaker, pembelajaran bahasa Jepang, motivasi dalam belajar bahasa Jepang, tujuan belajar bahasa Jepang.