ANALISIS KINERJA PEMBANGUNAN DAERAH (Studi Kasus Kesejahteraan Masyarakat Di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2020)
PAVITA SALSABILA K, Yuni Andari, S.E., M.Si.
2021 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHANPembangunan suatu wilayah dapat dikaitkan dengan kemajuan manusia dengan mengukur Indeks Pembangunan Manusia, distribusi pembangunan, kemiskinan, serta kelestarian lingkungan. Hal ini berarti penting untuk memperhatikan indikator kesejahteraan masyarakat. DKI Jakarta selain menjadi ibukota negara, pemerintahan terletak pada tingkat provinsi sehingga kebijakan pemerintahan berada pada pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Fenomena kemiskinan masih dihadapi oleh wilayah ini sehingga penting untuk memperhatikan perencanaan pembangunan daerahnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perkembangan indikator kesejahteraan, evaluasi pada capaian indikator upaya pembangunan manusia serta proyeksi kemiskinan dalam lima tahun mendatang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif melalui analisis perbandingan dan peramalan. Hasil penelitian menunjukkan indikator kesejahteraan seperti IPM telah mencapai angka di atas nasional dengan Angka Partisipasi Sekolah jenjang Menengah Atas dengan partisipasi terendah serta Rata Lama Sekolah Provinsi yang telah melampaui angka nasional. Selain itu tingkat kemiskinan meningkat di tahun 2020 dengan perkiraan jumlah penduduk miskin lima tahun ke depan semakin bertambah.
Regional development could be tied up with human development by measuring Human Development Index, development distribution, poverty and environment sustainability. In addition as being the capital city, DKI Jakarta has the obligation to carry out the provincial government policy. The province itself is still dealing with poverty so that regional development planning becomes very important thing to do. The purpose of this study is to determine the development of welfare indicators, to evaluate the achievement of indicators of human development and to make poverty projection for the next five years. The method used in this research is descriptive quantitative through comparative analysis and forecasting. The results of the study show that welfare indicators such as HDI is already above the national level with the Senior High School Participation Rate is the lowest achievement of welfare indicator and the Provincial Average Years of Schooling exceeds the national figure. In addition, the poverty rate increases in 2020 with an estimated number of poor people in the next five years might keep increase.
Kata Kunci : DKI Jakarta, Kemiskinan, Perencanaan Pembangunan Daerah.