Laporkan Masalah

Spatial Concepts of Prepositions in Banjarese (Kalimantan Selatan)

NOOR AMALIA UTAMI, Dr. Sailal Arimi, M.Hum

2021 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Dengan menggunakan pendekatan semantik kognitif, penelitian ini berusaha untuk mengidentifikasi dan mendefinisikan preposisi spasial yang digunakan oleh penutur bahasa Banjar Kalimantan Selatan. Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan faktor - faktor luar linguistik yang memengaruhi penggunaan preposisi tersebut. Identifikasi kata depan bahasa Banjar diambil dari kuesioner daring yang terdiri atas empat bagian. Ada 153 penutur bahasa Banjar antara umur 17 hingga 64 tahun yang menjadi responden penelitian ini secara daring. Hasil penemuan menunjukkan bahwa penutur bahasa Banjar menggunakan preposisi penempatan �¢ï¿½ï¿½di�¢ï¿½ï¿½ untuk mendeskripsikan konfigurasi umum yang ditemukan banyak dalam data. Sementara itu, preposisi arah sumber adalah di, dari, amtan, dan pada. Preposisi dari dan matan, yang keduanya bermakna sama dengan preposisi dari, dapat digunakan secara bergantian. Pada saat yang bersamaan, kata depan pada memerlukan preposisi lainnya, atau kata kerja spasial untuk menciptakan makna. Preposisi arah sumber adalah preposisi ka, taka, ampah, dan baka. Preposisi ka umumnya digunakan untuk mendeskripsikan arah tujuan, sedangkan preposisi taka memiliki makna lokasi tujuan yang tidak terduga. Preposisi baka digunakan untuk mendefinisikan perspektif penutur terhadap LM dan preposisi ampah hanya menunjukkan arah yang membuatnya dapat dikombinasikan dengan preposisi ka untuk membentuk makna yang lengkap. Selain preposisi, ditemukan beberapa partikel spasial seperti hulu, hilir, darat, dan laut. Semua partikel tersebut ditemukan dalam kombinasinya dengan semua preposisi. Selain temuan di atas, penelitian ini juga menemukan lima faktor yang memengaruhi penggunaan preposisi Bahasa Banjar, yaitu geometri landmark dan trajektor, fungsi landmark, pergerakan landmark, pergerakan trajektor, dan fitur- fitur landskap alam.

Under cognitive semantics approach, the present work attempts to identify and define any spatial prepositions used by Banjarese of South Kalimantan. In addition, it also undertakes the extra-linguistics factors that influence the use of prepositions. The identification was obtained from an online questionnaire of four sections. 153 Banjarese respondents who ranged from 17 to 64 years old responded online. The result found that Banjarese respondents use preposition di of placement to describe common configuration that found excessive in data. Meanwhile, prepositions of source direction are preposition di, dari, matan, and pada. Preposition dari and matan, which both meaning similar to from, are in some contexts interchangeable. While preposition pada needs other prepositions, or spatial verbs to create meaning. Preposition of goal-directive are ka, taka, ampah, and baka. Preposition ka is common to describe goal direction context whereas preposition taka carries meaning of unexpected goal location. Preposition baka is found defining speaker�¢ï¿½ï¿½s perspective toward LM and preposition ampah only shows direction which makes it possible to find combination of ampah and ka to build a complete sense. Beside preposition, there are some spatial particles such as hulu, hilir, darat, and laut. All spatial particles are found combined with all prepositions. Furthermore, from the present research it is found that there are some extra-linguistic factors influencing the use of preposition. The analysis found that there were five factors influencing the use of prepositions. They are the geometry of landmark and trajector, function of landmark, animacy of landmark, animacy of trajector, and natural landscape features.

Kata Kunci : spatial preposition, Banjarese (South Kalimantan), cognitive semantics, landmark and trajector.

  1. S2-2021-449356-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449356-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449356-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449356-title.pdf