Dukungan Sosial Jogja ParentASIa bagi Ibu Baru melalui Media Sosial WhatsApp
ISNAENI FADHILA N, Eka Zuni Lusi Astuti
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANMenjadi ibu baru merupakan momen yang membahagiakan bagi setiap perempuan. Dengan kehadiran seorang anak, semua beban dan lara semasa hamil terhapus sudah. Segala tantangan dan tugas ibu baru menjadi kekagetan tersendiri manakala menemukan suatu masalah dalam mengurus anak, mulai dari permasalahan pemberian ASI, tumbuh kembang anak, sampai pada urusan rumah tangga. Masalah tersebut dapat dikelola dengan baik bila ibu dapat mengendalikan emosi disertai suasana hati yang tenang, serta tidak menghadapinya sendiri, melainkan mendapat dukungan sosial khususnya dari orang terdekat, seperti suami, orang tua, dan kerabat. Berbeda dengan ibu baru yang merasa menjalankan tugasnya sendiri tanpa ada yang membantu, ditambah emosi yang kurang stabil, menyebabkan rawan terkena stres yang mengakibatkan depresi. Oleh karena itu, dibutuhkan peran dukungan sosial dalam mengatasi atau meminimalisasi depresi dan permasalahan ibu baru lainnya. Jogja ParentASIa (JP) menjadi salah satu aktor yang turut memberikan dukungan sosial kepada ibu baru melalui media sosial WhatsApp. Tema tersebut yang akhirnya menjadi fokus penelitian ini, yaitu bagaimana dukungan sosial yang diberikan Jogja ParentASIa bagi ibu baru melalui media sosial WhatsApp. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dukungan sosial dari JP kepada ibu baru. Kajian pustaka dalam penelitian ini adalah dukungan sosial menurut pendapat Sheldon Cohen dan Leonard Syme (1985). Dukungan sosial ialah suatu keadaan yang bermanfaat atau menguntungkan yang diperoleh individu dari orang lain, baik berasal dari hubungan sosial struktural yang meliputi keluarga/teman dan lembaga pendidikan, maupun berasal dari hubungan sosial fungsional yang meliputi dukungan emosi, informasi, penilaian, dan instrumental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menekankan kedalaman aspek temuan tentang dukungan sosial di komunitas Jogja ParentASIa. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data melalui konten analisis, wawancara, dokumentasi, dan mini survei. Cikal bakal Jogja ParentASIa (JP) bermula dari grup Facebook bernama Exclusive Pumping Mama Indonesia (Eping). Grup tersebut membantu ibu-ibu akan permasalahan menyusui, khususnya mereka yang menyusui secara tidak langsung. Banyak dari anggota grup tersebut yang pada akhirnya membuat grup per daerahnya sendiri. Hal itu pulalah yang memicu pendiri grup JP untuk membuat grup daerah yang serupa dengan daerah lain. Awalnya grup tersebut mereka beri nama Emak Kece Jogja. Lambat laun nama tersebut kurang mencerminkan fokus yang menjadi bahasan mereka, yaitu menyusui dan mengasuh pada saat itu. Akhirnya, nama komunitas berubah menjadi Jogja ParentASIa hingga kini, dengan harapan dapat memfasilitasi ayah dan ibu untuk belajar dalam hal menyusui dan mengasuh anak. Seiring berjalannya waktu, bertambahnya anggota, dan rekatnya hubungan antar anggota, menjadikan komunitas ini tidak hanya membahas seputar menyusui, namun juga membahas permasalahan ibu baru lainnya. Masalah pada ibu baru turut dirasakan pula oleh anggota Jogja ParentASIa. Mereka tak segan untuk bertanya dan/atau bercerita di dalam grup dengan menuangkan keluh kesahnya. Anggota lain turut merespon dengan memberikan jawaban yang beragam, dengan memberikan dukungan sosial salah satunya. Baik itu berupa informasi, empati, materi, dan penilaian/penguatan. Dukungan sosial JP mencakup semua jenis dukungan sosial menurut Cohen & Syme. Dukungan tersebut dirasakan oleh anggota dan banyak manfaat yang bisa diambil darinya. Selain itu, suami anggota turut merasakan manfaatnya dari keikutsertaan istri bergabung ke grup JP. Edukasi menyusui dan mengurus anak menjadi manfaat yang paling kentara dirasakan.
Becoming a new mother is a happy moment for every woman. With the presence of a child, all the burdens and pain during pregnancy have been erased. All the challenges and tasks of new mothers are a surprise when they find a problem in taking care of children, ranging from problems with breastfeeding, child development, to household matters. These problems can be managed properly if the mother can control her emotions with a calm mood, and does not face it alone, but gets social support, especially from the closest people, such as husbands, parents, and relatives. In contrast to new mothers who feel they are carrying out their own duties without anyone helping, plus unstable emotions, they are prone to stress which can lead to depression. Therefore, the role of social support is needed in overcoming or minimizing depression and other problems of new mothers. Jogja ParentASIa (JP) is one of the actors who also provides social support to new mothers through WhatsApp social media. The theme that eventually became the focus of this research, namely how the social support provided by Jogja ParentASIa for new mothers through WhatsApp social media. The purpose of this study was to determine the social support from JP to new mothers. Literature review in this research is social support according to Sheldon Cohen and Leonard Syme (1985). Social support is a beneficial or beneficial condition that is obtained by individuals from other people, both from structural social relationships which include family/friends and educational institutions, as well as from functional social relationships which include emotional, informational, assessment, and instrumental support. This study uses a qualitative method to emphasize the depth aspect of the findings about social support in the Jogja ParentASIa community. This study uses data collection techniques through content analysis, interviews, documentation, and mini surveys. The forerunner of Jogja ParentASIa (JP) stems from a Facebook group called Exclusive Pumping Mama Indonesia (Eping). The group helps mothers with breastfeeding problems, especially those who breastfeed indirectly. Many of the group members eventually formed their own regional groups. This is what triggered the founders of the JP group to create a regional group similar to other regions. Initially they named the group Emak Kece Jogja. Gradually the name did not reflect the focus they were discussing, namely breastfeeding and parenting at that time. Finally, the name of the community changed to Jogja ParentASIa until now, with the hope of facilitating fathers and mothers to learn about breastfeeding and parenting. Over time, the addition of members, and the close relationship between members, made this community not only discuss about breastfeeding, but also discuss other new mothers' problems. The problems with new mothers are also felt by members of Jogja ParentASIa. They do not hesitate to ask questions and/or tell stories in the group by expressing their complaints. Other members also responded by giving various answers, by providing social support, one of them. Whether it's in the form of information, empathy, material, and assessment/reinforcement. JP social support includes all types of social support according to Cohen & Syme. This support is felt by members and many benefits can be taken from it. In addition, the husbands of members also benefit from the participation of their wives in joining the JP group. Education on breastfeeding and taking care of children is the most obvious benefit.
Kata Kunci : Jogja ParentASIa, dukungan sosial