A Study on Langston Hughes's poems as manifestation of racial protest
WILUJENG, Lilis Lestari, Drs. Achmad Wirono
2002 | Tesis | S2 Pengkajian AmerikaGerakan-gerakan yang memprotes rasialisme di Amerika Seri kat merupakan gejala yang tidak bisa dipungkiri terjadi selama paroh pertama abad keduapuluh. Sehubungan dengan ha1 tersebut, tesis ini merupakan sebuah studi tentang puisi-puisi Langston Hughes yang dianggap sebagai penvujudan protes ras, sebuah contoh ketidakpuasan dari begitu banyak contoh lain yang melawan rasialisme pada era tersebut. Oleh karenanya, studi ini dimaksudkan untuk membuktikan benar tidaknya pernyataan di atas, dan juga untuk meneliti jenis jenis ketidakadilan yang diakibatkan rasialisme yang diproyeksikan oleh puisipuisi Langston Hughes. Karena penelitian ilmiah ini dilaksanakan dalam disiplin Pengkaj ian Amerika, peneliti menganalisa data-data yang terkumpul melalui nset pustaka dan eksplorasi internet dengan menerapkan pendekatan interdisipl iner - sejarah, sosiologi, dan sastra. Hasil analisa membuktikan bahwa keduapuluh puisi tersebut benar-benar memanifestasikan berbagai ketidakadilan yang muncul akibat rasial isme. Dengan menghasilkan karya-karya tersebut, Hughes tampaknya ingin membuka mata dunia bahwa rasialisme benar-benar ada di Amerika Serikat, yang biasa disebut negara demokratis. Rasialisme ini ada dalam bentuk diskriminasi ras, segregasi, dan juga pembantaian. Pennasalahan diskriminasi yang diungkapkan dalam puisipuisi tersebut adalah mengenai ketidakadilan dalam bidang ketenagakerjaan, kehidupan sosial masyarakat Amerika keturunan Afrika, dan pendidikan. Segregasi atau pemisahan ras secara fisik dicemoohkan dalam puisi-puisi yang mengungkapkan penerapan hukum “Jim Crow†yang menurut Hughes sangat absurd dan tidak beradab. Pembantaian adalah gejala lain yang penulis ungkapkan melalui perlakuan lalim orang-orang kulit putih terhadap korban kulit hitam yang dihukum mati dan digantung di atas pohon dekat persimpangan jalan. Namun demikian, keprihatinan penulis tidak mendoronpya melakukan protes secara keras dan bersifat merusak. Dengan cara tersendiri, disamping ketiga pennasalahan diskriminasi di atas, dia menolak rasialisme dengan menulis puisi mengenai kebanggaan ras dan mengungkapkan berbagai keinginan mereka dalam puisi-puisi tentang mimpi-mimpi orang Amerika keturunan Afrika. Dua ha1 tersebut layak untuk diungkapkan karena keduaduanya memani festasikan kebanggaan mereka sebagai suatu ras yang layak memperoleh pengakuan dan posisi terhormat. Dia menunjukkan sisi baik dari komunitas kulit hitam dan juga kebanggaannya baik sebagai seorang kulit hitam maupun sebagai warganegara Amerika Serikat. Sehubungan dengan hal-ha1 buruk akibat rasialisme yang dialami masyarakatnya, dia tidak menyalahkan figur-figur tertentu. Dia percaya bahwa orang kulit hitam di Amerika, yang dikenal sebagai “tanah kebebasanâ€, masih memiliki masa depan yang baik, persamaan hak dan kesempatan untuk meraih citacita, serta untuk merealisasikan mimpi-mimpi mereka.
Racial protesting movements in the US were undeniable phenomena that happened in the first half of the twentieth century-. This thesis, accordingly, is a study of Langston Hughes’s poems presumably considered as manifestation of racial protest, an exemplary dissatisfaction out of many toward racism existed in that era. The study is thus intended to prove whether or not the above statement is true, and to examine the kinds of racial injustices Hughes’s protest poems try to project. As this scientific research is conducted under the Qscipline of American Studies, the writer analyzes the data compiled through library research and internet exploration by applying interdisciplinary approach - historical, sociological, and literary ones. The result of the analysis proves that the twenty representative poems truly manifest racial injustices. Exposing these works, Hughes seems to open the eye of humanity that racism really existed in the United States, the so-called country of democracy. The racism took the forms of racial &scrimination, racial segregation, and racial lynching. The discriminating issues contained in the protest poems are about injustices in employment, African-American social life, and education. Racial segregation is ridiculed in poems representing the application of Jim Crow system which according to Hughes is absurd and uncivilized. Lynching is another phenomenon the poet overtly conveys through the cruel treatment of the white mob toward the black victim who is hung to a crossroad tree. His indignation, however, does not drive him to conduct violent or destructive protest. In his own specific way, beside previous three discriminating issues, he rejects the ills of racism by composing poems about race pride and African-American greatest expectation which he covers in poems about African-American dreams. These last two issues are worth-conveying since they manifest the African-American’s own pride as a race that deserves recognition and dignified position. In grace, he points out the good sides of his community as well as his pride as both an African- American and an American citizen. Due to the sharp edge of racism wounding this society, he blames no personal figures. He truly believes that the blacks in America, well-known as “homeland of the freeâ€, still have better future, equal rights and opportunity to achieve their goals, and to realize the African-American dreams.
Kata Kunci : protes ras, diskriminasi, segregasi, kebanggaan ras, hukuman mati tanpa pengadilan, mimpi warga Amerika keturunan Afrika, racial protest, discrimination, segregation, race pride, lynching, African-American dream