PENGARUH DANA DESA DAN UPAH MINIMUM KABUPATEN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI JAWA TENGAH 2015-2019 SERTA PEMETAAN TINGKAT KEMISKINAN MENGGUNAKAN QUANTUM GIS
KHOLIFAH MURNIATI, Yuni Andari, S.E., M.Si.
2021 | Tugas Akhir | D4 PEMBANGUNAN EKONOMI KEWILAYAHANTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh dana desa dan Upah Minimum Kabupaten terhadap tingkat kemiskinan di Jawa Tengah tahun 2015-2019 serta mengetahui bagaimana pemetaan tingkat kemiskinan setiap kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bersifat deskriptif kuantitatif berupa data cross section (29 Kabupaten di Provinsi Jawa Tengah) dan time series (tahun 2015-2019) serta menggunakan data ekonomi spasial Provinsi Jawa Tengah untuk pemetaan tingkat kemiskinan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data sekunder yang didapatkan dari Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Jawa Tengah dalam Angka dan web Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan (DJPK). Alat analisis yang dipergunakan ialah regresi linier berganda dengan menggunakan data panel dan menggunakan software Eviews 9, sedangkan untuk analisis deskriptif pemetaan tingkat kemiskinan menggunakan software Quantum Geographic Information System (QGIS). Hasil yang ditemukan dalam penelitian, yakni model terbaik adalah fixed effect serta variabel dana desa dan Upah Minimum Kabupaten berpengaruh negatif dan signifikan terhadap jumlah penduduk miskin. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa daerah yang tergolong dalam kemiskinan tinggi atau zona merah terdapat 10 kabupaten, yang tergolong kemiskinan sedang atau zona kuning terdapat 9 kabupaten dan yang tergolong dalam kemiskinan rendah atau zona hijau terdapat 10 kabupaten.
The objectives of this study are to examine the effect of village funds and the Regency Minimum Wage on poverty rate in Central Java and to find out the mapping of poverty level of each regency in Central Java Province. This research is a descriptive quantitative research using cross section data (29 districts in Central Java Province) and time series (2015-2019) and spatial economic data of Central Java Province for mapping the poverty level. The data used in this study are secondary data obtained from the Central Statistics Agency, Central Java Province in Figures and on the website of the Directorate General of Fiscal Balance. The analysis tool used is multiple linear regression using panel data and Eviews 9 software, while the poverty level mapping descriptive analysis was carried out by using Quantum Geographic Information System (QGIS) software. The results of the study, show that the best model is the fixed effect and the variable village funds and regency minimum wages have a negative and significant effect on the number of poor people. The results of the poverty mapping show that there are 10 districts classified as high poverty or the red zone, 9 districts classified as moderate poverty or the yellow zone and 10 districts classified as low poverty or green zone.
Kata Kunci : Dana Desa, Kemiskinan, Upah Minimum Kabupaten