Laporkan Masalah

KONSTRUKSI FOKUS DALAM BAHASA INDONESIA DAN BAHASA KOREA

Jung, Heejin, Dr. Tri Mastoyo Jati Kesuma, M.Hum.

2021 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Penelitian ini membahas konstruksi fokus bahasa Indonesia dan bahasa Korea. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan karakteristik konstruksi fokus bahasa Indonesia dan bahasa Korea, 2) menguraikan perbandingan konstruksi fokus bahasa Indonesia dan bahasa Korea, dan 3) mengusulkan hubungan bahasa Indonesia dan bahasa Korea dalam perspektif tipologi. Data dari penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang dikumpulkan dari acara televisi komedi, berita, kamus, serta website. Data tersebut dikumpulkan melalui metode simak, dengan teknik mencatat. Analisis data menggunakan pendekatan struktural dengan acuan pragmatik dan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode agih. Hasil analisis data disajikan dengan metode kontrastif fungsional. Hasil penelitian ini sebagai berikut. Pertama, partikel -lah untuk bahasa Indonesia dan afiks -(n)un dalam bahasa Korea merupakan penanda fokus. Selain bentuk terikat tersebut, bahasa Indonesia menggunakan adjektiva referensial ini/itu dan bahasa Korea menggunakan adverbia palo untuk pemfokusan. Secara sintaksis, pelepasan ke kiri, pemindahan ke depan, pergeseran datif, dan konstruksi presentatif keadaan umum digunakan dalam bahasa Indonesia dan Korea. Bahasa Indonesia sebagian besar menggunakan pseudo-cleft terbalik, sedangkan bahasa Korea hanya menggunakan pseudo-cleft. Kedua, untuk berfokus pada frasa subjek, bahasa Indonesia menggunakan pelepasan ke kiri di luar klausa inti, sedangkan bahasa Korea menggunakan pemindahan ke depan di dalam klausa. Konstruksi fokus pada objek menunjukkan perbedaan yang lebih besar antara bahasa Indonesia dan bahasa Korea. Meskipun kepasifan digunakan secara terbatas untuk pembentukan frasa yang ditekankan dalam bahasa Indonesia, kepasifan justru tidak digunakan dalam bahasa Korea. Ketiga, penelitian ini menemukan bahwa struktur topik-komentar dalam bahasa Indonesia dan bahasa Korea sangat mirip meskipun struktur sintaksisnya berbeda dengan urutan kata yang berbeda pula. Penelitian ini mengusulkan skala relatif kekakuan sintaktis (syntactic rigidity) dalam transformasi fokus. Menurut skala relatif kekakuan sintaktis penelitian ini, topikalisasi menunjukkan kekakuan lebih kuat daripada fokus kontras antara bahasa Indonesia dan Korea. Kata kunci: fokus, topik, tipologi, bahasa Indonesia, bahasa Korea

This study discusses the focus construction in Indonesian and Korean. This study aimes to 1) describe the characteristics of the focus construction in Indonesian and Korean, 2) present the comparison of the focus construction of Indonesian and Korean, and 3) propose the relation between Indonesian and Korean in a typological perspective. The main data are derived from the sentences taken from TV comedy show, news reports, dictionaries, and websites by using observation method with the note technique. The data are analyzed in structural approach with pragmatic reference and a descriptive qualitative approach with a distributional method. The results of the data analysis are presented by using functional contrastive method. The results indicate that first, the particle -lah in Indonesian and affix -(n)un in Korean are used as focus markers. Indonesian syntax uses the referential adjective ini/itu and Korean syntax uses adverbs palo for focusing. Syntactically, left dislocation, Y-movement, dative shift, and presentative constructions are commonly used in Indonesian and Korean. Indonesian mostly used reverse pseudo-cleft, while Korean only used pseudo-cleft. Second, in terms of focus on the subject phrase, Indonesian syntax uses left dislocation out of the initial clause, while Korean syntax uses Y-movement within the clause. The focus construction on the object shows a greater difference between Indonesian and Korean. Although passivation is used to a limited extent for focusing a phrase in Indonesian, it is not used in Korean. Third, this study shows that the structures of topic-comment in Indonesian and Korean are highly similar even though the syntactic structures are different due to the different word order. This study proposes a relative scale of syntactic rigidity in focus transformation. According to the relative scale of syntactic rigidity of this study, topicalization shows stronger rigidity than contrastive focus in Indonesian and Korean. Keywords: focus, topic, typology, Indonesian, Korean

Kata Kunci : fokus, topik, tipologi, bahasa Indonesia, bahasa Korea

  1. S2-2021-451511-abstract.pdf  
  2. S2-2021-451511-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-451511-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-451511-title.pdf