TOPONIMI MASJID DI KOTAMADYA YOGYAKARTA: KAJIAN VARIASI KEBAHASAAN
LIN SHOFWATA D, Dr. Amir Ma'ruf, M.Hum.
2021 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIKPenelitian mengenai Toponomi Masjid di Kotamadya Yogyakarta: Kajian Variasi Kebahasaan merupakan penelitian yang berkaitan dengan penamaan, penamaan tempat. Penelitian ini mengidentifikasi asal bahasa, bentuk satuan kebahasaan, makna gramatikal dan makna leksikal, serta hubungan bahasa dan masyarakat terkait variasi bahasa yang muncul pada toponimi di Kotamadya Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan dengan teori pendekatan penelitian toponomi Tent, yakni pendekatan intensif yang berfokus pada toponimi identifikasi. Penanganan data dalam penelitian ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu tahap penyediaan data, analisis data, dan penyajian analisis data. Data berupa 454 nama masjid di Kotamadya Yogyakarta didapatkan dari website resmi Kementrian Agama Indonesia. Data diklasifikasikan dan dianalisis dengan teori fonetik dan fonemik, teori bentuk gramatikal, teori makna gramatikal dan makna leksikal, serta teori variasi bahasa. Penyajian hasil analisis data dijelaskan dalam bentuk deskripsi dan dalam bentuk tabel dan gambar. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan beberapa hal. Pertama, asal bahasa toponimi masjid di Kotamadya Yogyakarta ialah toponimi bahasa Arab, toponimi bahasa Jawa, dan toponimi bahasa Indonesia. Kedua, bentuk satuan kebahasaan toponimi yang ditemukan ialah bentuk bahasa berupa kata, frasa, dan klausa. Ketiga, makna gramatikal yang ditemukan berupa penunjukan makna definit, penunjukan makna gender, penunjukan makna jumlah, penunjukan makna kepemilikan, dan penunjukan makna tempat. Makna leksikal berdasarkan referenya dapat diklasifikasikan menjadi tokoh Islam, tokoh kerajaan Jawa, nama lokasi, nama instansi pendidikan, asmaul husna, sifat-sifat terpuji, sifat Nabi Muhammad, mengacu pada makna ������¢���¯���¿���½���¯���¿���½rumah Allah������¢���¯���¿���½���¯���¿���½ dan mengacu pada makna ������¢���¯���¿���½���¯���¿���½surga������¢���¯���¿���½���¯���¿���½. Keempat, penutur bahasa mempengaruhi penentuan motif variasi bahasa karena adanya faktor sosial berupa kekuasaan, stratifikasi sosial, identitas agama, dan dialek bahasa. Kata kunci: toponimi, nama, masjid, variasi bahasa
Research of Mosques Toponomy in Kotamadya Yogyakarta: A Study of Linguistic Variation is related to naming, naming places. This study identifies the origin of language, linguistic unit form, grammatical and lexical meanings, and the relationship between language and society related to language variations that appear in toponymy in Kotamadya Yogyakarta. This research was conducted using Tent������¢���¯���¿���½���¯���¿���½s toponomy research approach, which is an intensive approach that focuses on toponymy. Data handling in this study was carried out in three stages, namely the stage of providing data, analyzing data, and presenting data analysis. Data in the form of 454 names of mosques in Yogyakarta Municipality were obtained from the official website of the Indonesian Ministry of Religion. Data were classified and analyzed using phonetic and phonemic theory, grammatical form theory, grammatical and lexical meaning theory, and language variation theory. Presentation of data analysis results in descriptions and in tables and figures. Based on the research results, several things were found. First, the origin of the toponym language of mosques in Yogyakarta Municipality is Arabic toponymy, Javanese toponymy, and Indonesian toponymy. Second, the form of toponymy linguistic units found is a word form, phrase form, aand clause form. Third, the grammatical meanings that were found are the form of definite meaning, gender meaning, number meaning, ownership meaning, and place meaning. The lexical meaning based on the reference can be classified into Islamic figures, Javanese royal figures, names of location, names of educational institutions, asmaul husna, praiseworthy traits, characteristics of the Prophet Muhammad, referring to the meaning of ������¢���¯���¿���½���¯���¿���½the house of Allah������¢���¯���¿���½���¯���¿���½, and referring to the meaning of ������¢���¯���¿���½���¯���¿���½heaven������¢���¯���¿���½���¯���¿���½. Fourth, the language speakers influence the determination of language variations due to social factors such as power, social stratification, religious identity, and language dialects. Keywords: toponymy, name, mosque, language variation
Kata Kunci : toponimi, nama, masjid, variasi bahasa