Laporkan Masalah

Perilaku Petani Tembakau dalam Mempertahankan Budi Daya Tembakau secara Lintas Generasi di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, Kabupaten Temanggung

RATNA SETIANI, Dr. Silverius Djuni Prihatin, M.Si.

2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAAN

Sektor tembakau di Indonesia saat ini tengah genjar disudutkan oleh berbagai kebijakan pertembakauan dan isu wacana kesehatan yang berdampak langsung bagi petani tembakau. Dampak ini berupa penurunan laba hasil pertanian tembakau sehingga berdampak bagi kesejahteraan ekonomi petani yang mengandalkan sektor pertanian tembakau sebagai sumber perekonomian utama. Isu dan kebijakan ini juga belum disertai dengan referensi pemecahan masalah bagi petani seperti mengganti olahan tembakau agar tidak hanya menjadi rokok. Namun dengan banyaknya isu dan kebijakan yang menyudutkan sektor tembakau di Indonesia, masih terdapat petani yang tetap konsisten dalam membudidayakan tembakau sampai saat ini. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku petani tembakau dalam mempertahankan budi daya tembakau sampai saat ini. Penelitian ini menggunakan teori konstruksi sosial oleh Peter L. Berger, konsep perilaku dan konsep generasi. Teori konstruksi sosial digunakan untuk menggambarkan proses pembentukan perilaku melalui pengalaman petani. Konsep perilaku digunakan untuk melihat bentuk perilaku petani. Konsep generasi digunakan untuk menggambarkan cakupan generasi petani tembakau. Untuk menganalisis fenomena ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif guna menggambarkan perilaku petani tembakau dalam memepertahankan budi daya tembakau sehingga dapat bertahan secara lintas generasi. Partisipan yang terlibat dalam penelitian ini meliputi petani tembakau pemilik ladang yang merupakan penduduk Desa Legoksari yang ditentukan melalui teknik purposive sampling dan snowball sampling. Hasil penelitian menemukan bahwa perilaku yang diterapkan oleh petani tembakau sehingga budi daya tembakau dapat bertahan secara lintas generasi sampai saat ini yaitu ketika petani mendapat pengajaran dari keluarga terutama orang tua. Mereka memperoleh pembelajaran mengenai budi daya tembakau sejak masih anak-anak sampai dengan remaja. Melalui proses belajar ini kemudian membentuk pengetahuan dan sikap bagi individu yang kemudian menjadi bekal untuk melakukan serangkaian proses budi daya tembakau saat mereka beranjak dewasa. Pembelajaran ini merupakan serangkaian proses belajar mengenai budi daya tembakau yang merupakan warisan bagi petani yang diperoleh dari orang tua mereka. Perilaku petani tersebut kemudian membentuk sebuah tindakan kebiasaan yang berulang. Penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat perilaku petani berupa kegiatan ritual kebudayaan yang selalu dilakukan oleh petani ketika melakukan setiap tahap pada budi daya tembakau yang dilakukan pula secara lintas generasi sampai saat ini.

Many of the issues and policies that have now thickened the tobacco sector in Indonesia have a direct impact on tobacco farmers. This effect would be the decrease in the profits from tobacco farming, thereby impinging the economic well-being of farmers who rely on the tobacco farming sector as a major economic resource. The Issues and policies in tobacco sector have also been left out with reference to problem solving for farmers such as substituting tobacco processed for more than just cigarettes. But with many of the issues and policies have been thickened the tobacco sector in Indonesia, there is still consistent farmer with tobacco cultivation to this day. So this study is aimed at knowing the behavior of tobacco farmers in maintaining tobacco cultivation to this day. This study utilized social construction theory by Peter L Berger and behavioral concept. Social construction theory used to describe the process of creating behavior through the farmer's experience. As for behavioral concepts is used to describe the farmers behavior. The concept of generation is used to describe the generation range of tobacco farmers. To analyze the phenomenon researchers are using descriptive qualitative method to describe tobacco farmer's behavior in their defense of tobacco cultivation and thus across generation. Participation involved in this study was the tobacco farmer owner of the farm who was a villagers of Legoksari are determined by purposive sampling and snowball sampling. Studies have found that the behaviors adopted by tobacco farmer so that the tobacco cultivation can survive across generation to this day when farmers are learning from their families especially parents. They gain a lesson about the tobacco cultivation from infancy to youth. This learning then forms a knowledge and attitude for individuals who then serve as the necessary tools to engage in tobacco cultivation as adults. This lesson is a series of learning processes about the tobacco cultivation of tobacco that is an inheritance for farmers obtained from their parents. The behavior of the farmer then established an act of repeated habits. This study also have found that there is a farmer's behavior included ritualistic activities that farmers do at every step in the tobacco cultivation across generations to this day.

Kata Kunci : Perilaku, Petani Tembakau, Tembakau, Ritual, Generasi/ Behavior, Tobacco Farmer, Tobacco, Rite, Culture, Generation

  1. S1-2021-414917-abstract.pdf  
  2. S1-2021-414917-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-414917-title.pdf