Pengembangan Rumah Sakit Paru Respira di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan Pendekatan Salutogenesis
FAUZIA RIDHANI MUFTY, Ir. Adi Utomo Hatmoko, M.Arch.
2021 | Skripsi | S1 ARSITEKTURTiga penyakit paru termasuk ke dalam 10 penyebab kematian tertinggi baik di Yogyakarta, Indonesia maupun di dunia. Bahkan, Indonesia berada di posisi ke 3 di dunia dalam tingkat beban penyakit tuberkulosis setelah India dan China. Namun, tingginya tingkat penyakit paru di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta belum bisa diimbangi dengan fasilitas kesehatan yang menanganinya. Salah satu fasilitas kesehatan yang menangani penyakit paru di DIY adalah Rumah Sakit Paru Respira, yang sudah mengobati penyakit paru sejak tahun 1960. Meskipun demikian, untuk dapat menangani beban penyakit paru yang begitu banyak, harus dilakukan pengembangan terhadap Rumah Sakit Paru Respira. Disamping itu, rumah sakit harus berfokus dan mendorong partisipasi aktif dari para penggunanya. Ruang, lingkungan dan interaksi juga memiliki pengaruh terhadap kesehatan pasien. Pasien dengan sense of coherence yang tinggi akan membutuhkan lebih sedikit pengobatan, maka dibutuhkan perancangan rumah sakit paru yang dapat menaikkan tingkat sense of coherence bagi pengguna rumah sakitnya. Desain salutogenesis dipilih untuk penerapan unsur-unsur sense of coherence pada ruang.
Three lung diseases are included in the top 10 causes of death in Yogyakarta, Indonesia and in the whole world. In fact, Indonesia is in 3rd position in the world in total case of tuberculosis after India and China. Yet, the high rate of lung disease in Yogyakarta has not been matched by the health facilities that handle it. One of the health facilities that treat lung disease in Yogyakarta is Respira Lung Hospital, which has been treating pulmonary disease since 1960. However, to be able to handle the burden of lung disease, it is still necessary to develop the Respira Lung Hospital. In addition, hospital must focus and encourage active participation from their user. Space, environment and interactions also have an influence on patient health. Patients with high score of sence of coherence need less medication than those who have fewer score. Hence, we need a hospital design that can participate in increasing the level of sense of coherence for the user. Salutogenic design is chosen to apply the elements of sense of coherence t0 space.
Kata Kunci : Rumah sakit paru, pengembangan, sense of coherence, salutogenesis