The Independent Spirit. De-genrefication of Independent Music
Jerzy Sergiusz Malanowicz, Dr. Gabriel Roosmargo Lono Lastoro Simatupang, M.A
2021 | Tesis | MAGISTER ANTROPOLOGIMakalah penelitian berikut mengkaji dasar pemikiran fundamental musik independen sebagai praktik, proses komodifikasi, dan konteksnya. Genrefikasi indie menyebabkan, bahwa istilah yang awalnya menunjukkan praktik menghindari pelabelan menjadi didefinisikan dengan baik, dijelaskan, dan digunakan untuk pemasaran. Meskipun indie menjadi genre yang dapat ditentukan, proses mendasar yang membentuknya masih hidup dan berada secara terpisah dalam praktik musik lain, yang mungkin tidak harus diidentifikasi sebagai indie. Selanjutnya, musik independen tetap hadir dalam wacana, dan berbeda dari indie, musik independen tidak pernah didefinisikan dalam kamus musik Inggris. Bagian kedua menyajikan perspektif dan pemahaman pencipta musik dan pendengarnya. Dua survei terpisah yang dilakukan di antara musisi, aktivis musik, dan pendengar bertujuan untuk menemukan karakteristik fenomena apa yang dipahami sebagai dasar bagi para praktisinya dan menemukan detail yang membedakannya dari istilah musik underground yang relatif, yang sering digunakan secara bergantian. Jawaban yang dirujuk membuktikan bahwa karakteristik mendasar dari oposisi terhadap industri musik yang dipahami sebagai entitas yang memaksakan konvensi dan membatasi kebebasan kreatif tetap menjadi inti dari musik independen. Namun, bertentangan dengan musik underground, beberapa pencipta musik tersebut percaya bahwa hal-hal tersebut dapat berfungsi dalam musik underground yang seharusnya tanpa kehilangan independensinya. Hasil dari penelitian digunakan untuk menginterpretasikan musik independen dengan cara menghindari pelabelan. Berdasarkan interpretasi tersebut, maka terciptalah suatu metode analitis. Hal tersebut digunakan sebagai alat untuk menganalisis konteksnya daripada untuk membuktikan apakah beberapa musik mewakili musik independen atau tidak.
The following research paper examines the fundamental premise of independent music as an independent practice, the process of its commodification, and its context. Genrefication of indie caused, that the term initially indicating practice avoiding labeling became well defined, described, and used for marketing. Although indie became a definable genre, the underlying processes that shaped it are still alive and exist separately within other music practices, which might not necessarily be identified as indie. Independent music remains present in a discourse, and as distinct from indie, it was never defined in an English music dictionary. The second part presents the perspective and understanding of its creators and listeners. Two separate surveys carried out among musicians, music activists, and listeners aim to find what characteristics of the phenomenon are understood as essential for its practitioners and find details that distinguish it from the relative, often used interchangeable term underground music. Referred answers prove that the fundamental characteristic of opposition to the music industry understood as an entity imposing conventions and constraining creative freedom remained a core of independent music. However, contrary to underground music, some creators believe that it can function within the mainstream without losing its independence. The research findings were used to interpret independent music in a way that avoids labeling it. Based on this interpretation, it creates an analytical method. Instead of proving whether some music represents independent music, it uses it as a tool to analyze its context.
Kata Kunci : independent music, independent culture, context, discourse