Tahunan Community Center sebagai Pusat Wisata Batik Jumputan dengan Pendekatan Community Based Tourism
CANTIKA MAYA ARDISA, Labdo Pranowo, ST. M.Sc.
2021 | Skripsi | S1 ARSITEKTURPariwisata merupakan industri dengan pemasukan terbesar di Yogyakarta. Pengembangan industri pariwisata berbasis budaya setempat merupakan nilai jual yang sangat tinggi. Potensi akan budaya setempat yang berkembang di tengah keseharian masyarakat merupakan eksotisme tersendiri bagi pariwisata di Yogyakarta. Begitu juga Kampung Wisata Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta, merupakan kampung wisata dengan beragam potensi budayanya. Ragam budaya yang ada dikemas dalam sebuah integrasi komunitas masyarakat dan terus dikembangkan sebagai bentuk pelestarian dalam mempertahankan eksistensinya. Komunitas seni seperti karawitan, tari, dan kerajinan batik hidup di tengah masyarakat Tahunan. Batik jumputan sebagai produk kerajinan lokal dari Kampung Tahunan ini menjadi ciri khas utama di Kampung Wisata Tahunan. Tidak hanya menawarkan pola perjalanan wisata berupa buying product, tetapi Kampung Wisata Tahunan juga menawarkan pola perjalanan wisata berupa buying experience. Namun tingkat kesenjangan antar industri rumahan yang tersebar di Kampung Tahunan dinilai menjadi hambatan tersendiri bagi pelaku industri pariwisata disana. Hal ini mengakibatkan melemahnya kunjungan wisata di Kampung Tahunan. Oleh karena itu, perancangan Tahunan Community Center sebagai pusat wisata batik jumputan di Kampung Tahunan hadir untuk menjadi solusi. Bangunan ini akan dikembangkan dengan pendekatan Community Based Tourism (CBT) yang merupakan pariwisata dengan menitikberatkan keberlanjutan lingkungan, sosial, dan budaya ke dalam satu kemasan. Hal ini dikelola dan dimiliki oleh masyarakat, dengan tujuan memungkinkan wisatawan untuk meningkatkan kesadaran mereka dan belajar tentang masyarakat setempat. Dengan adanya Community Center ini diharapkan dapat meningkatkan kondisi sosial-ekonomi masyarakat Tahunan.
Tourism is the industry with the largest income in Yogyakarta. Development of tourism industry based on local culture is a very high selling point. The potential of local culture that develops in a society is an exoticism for tourism in Yogyakarta. So did, Kampung Wisata Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta, is a tourism village with various cultural potentials. The variety of cultures is packaged in a community integration and continues to be developed as a form of preservation in maintaining its existence. Art communities such as karawitan, dance, and batik handicrafts live in the middle of Tahunan society. Batik jumputan as a local handicraft product from Kampung Tahunan is the main characteristic in the Kampung Wisata Tahunan. Not only offers travel patterns in the form of buying products, but Kampung Wisata Tahunan also offers travel patterns in the form of buying experiences. However, the level of disparity between home industries spread in Kampung Tahunan is considered to be an obstacle for the community. This makes tourist visits are weaken. Therefore, the design of the Tahunan Community Center as a tourism center of batik jumputan in Kampung Tahunan is here to be the solution. This building will be developed with Community Based Tourism (CBT) approach which is tourism with the importance of environmental, social, and cultural sustainability into one package. It is managed and owned by the community, with the aim of allowing tourists to raise their awareness and learn about the local community. With this Community Center, it is hoped that this building can improve the socio-economic condition of the community in Tahunan.
Kata Kunci : Komunitas, Batik Jumputan, Pariwisata, Community Center