Agrowisata Hortikultura Stroberi dengan Pendekatan Community Based Tourism
NUR ATIKA DWI A, Labdo Pranowo, S.T., M., Sc.
2021 | Skripsi | S1 ARSITEKTURLatar belakang tulisan ini bertolak dari kondisi pariwisata saat ini yang semakin mendekati titik jenuh dengan produk wisata massal yang ditawarkan kepada wisatawan. Adapun produk-produk tersebut lebih banyak memberikan dampak negatif bagi berbagai dimensi kehidupan manusia, tidak hanya berdampak pada kehidupan sosial ekonomi semata, tetapi juga menyentuh dimensi sosial budaya dan lingkungan fisik sekitar area wisata. Hingga akhirnya, wisata massal mengalami pergeseran tren oleh wisata alternatif yang dikenal sebagai wisata minat khusus (special interest tourism). Wisata ini menjadi salah satu tren pengembangan pariwisata beberapa tahun terakhir di Indonesia. Strategi pengembangan pariwisata ini sangat bertolak belakang dengan wisata massal yang berdasarkan pada strategi growth oriented model. Wisata minat khusus kerap disebut sebagai pelaksanaan pariwisata berkelanjutan, yang lebih banyak menitik beratkan pada wisata yang ramah terhadap alam, lingkungan sosial dan budaya. Agrowisata menjadi salah satu alternatif pengembangan pariwisata minat khusus. Sesungguhnya, agrowisata merupakan kegiatan yang berupaya mengembangkan sumber daya alam suatu daerah yang memiliki potensi di bidang pertanian untuk dijadikan kawasan wisata. Potensi yang terkandung tersebut, harus dilihat dari segi lingkungan alam, letak geografis, jenis produk atau komoditas pertanian yang dihasilkan, serta sarana dan prasarananya (Sumarwoto, 1990). Strategi CBT (Community Based Tourism) menjadi pilihan yang tepat untuk dijadikan sebagai alat dalam mengembangkan agrowisata dalam mewujudkan isu pembangunan pariwisata minat khusus yang berkelanjutan. Konsep ini menerapkan pembangunan berkelanjutan yang berbasis pemberdayaan sebuah komunitas sebagai pelaku utama dalam kegiatan pariwisata. Strategi CBT ini akan membantu dalam peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat, serta terjaganya lingkungan alam, sosial dan budaya masyarakat sekitar area agrowisata.
The background of this paper is based on the current condition of tourism which is getting closer to saturation point with mass tourism products offered to tourists. These products have more negative impacts on various dimensions of human life, not only impacting socio-economic life, but also touching the socio-cultural dimension to the physical environment around the tourist area. Until finally, mass tourism experienced a shift in trend by alternative tourism, known as special interest tourism. This tour has become one of the trends in tourism development in the last few years in Indonesia. This tourism development strategy is in stark contrast to mass tourism which is based on a growth-oriented model strategy. Special interest tourism is often referred to as the implementation of sustainable tourism, which focuses more on tourism that is friendly to nature, the social and cultural environment. Agro-tourism is an alternative to developing special interest tourism. In fact, agro-tourism is an activity that seeks to develop the natural resources of an area that has the potential in agriculture to become a tourist area. The potential contained must be seen in terms of the natural environment, geographic location, types of agricultural products or commodities produced, as well as facilities and infrastructure (Sumarwoto, 1990). The CBT (Community Based Tourism) strategy is the right choice to be used as a tool in developing agro-tourism in realizing sustainable special interest tourism development issues. This concept implements sustainable development based on empowering a community as the main actor in tourism activities. This CBT strategy will help improve the economic welfare of the community, as well as the preservation of the natural, social and cultural environment of the community around the agro-tourism area.
Kata Kunci : Wisata minat khusus, agrowisata, community based tourism