GAMBARAN PERILAKU PEMBELIAN OBAT, OBAT TRADISIONAL, DAN/ATAU SUPLEMEN KESEHATAN SECARA ONLINE PADA KALANGAN MAHASISWA DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
MUHAMMAD ALFIN A, Dr. Anna Wahyuni Widayanti, MPH., Apt., Ph.D
2021 | Skripsi | S1 FARMASISaat ini penggunaan internet tidak hanya sebatas untuk pencarian informasi mengenai kesehatan dan pengobatan, namun juga untuk melakukan pembelian obat-obatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku pembelian obat, obat tradisional, dan/atau suplemen kesehatan secara online pada kalangan mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei dengan pendekatan cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan secara quota sampling menggunakan alat bantu kuesioner online (sudah melalui uji validitas instrumen meliputi content validity, pilot study, dan face validity) terhadap mahasiswa yang berdomisili di Daerah Istimewa Yogyakarta minimal 6 bulan terakhir. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil menunjukkan bahwa dari 120 mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta hanya sedikit yang pernah membeli obat (10%) serta obat tradisional dan suplemen kesehatan (11,67%) secara online. Jenis obat yang sering dibeli secara online adalah obat batuk dan flu (2,44%), sedangkan kategori sediaan farmasi lainnya adalah suplemen kesehatan (5,74%). Alasan utama mahasiswa melakukan pembelian obat, obat tradisional, dan/atau suplemen kesehatan secara online adalah obat lebih murah daripada yang tersedia saat membeli secara langsung (8,50%). Meskipun jumlah pembeli obat online sedikit, tetap diperlukan adanya komunikasi dan promosi untuk menginformasikan kepada mahasiswa tentang pembelian obat dan sediaan farmasi lainnya secara online yang aman.
Currently, the use of the internet is not only limited to finding information about health and treatment, but also to purchase medicines. The purpose of this study was to describe the behavior of buying medicines, traditional medicines, and/or health supplements online among students in the Special Region of Yogyakarta. The method used in this study is a survey method with a cross-sectional approach. Sampling was carried out by quota sampling using an online questionnaire tool (already through instrument validity tests including content validity, pilot study, and face validity) for students who live in the Special Region of Yogyakarta for at least the last 6 months. The data obtained were then analyzed descriptively quantitatively. The results show that out of 120 students in the Special Region of Yogyakarta, only a few have ever bought medicines (10%) as well as traditional medicines and health supplements (11.67%) online. The types of medicines that are often purchased online are cough and cold medicines (2.44%), while the other category of pharmaceutical preparations is health supplements (5.74%). The main reason for students to buy medicines, traditional medicines, and/or health supplements online is that medicines are cheaper than those available when buying directly (8.50%). Although the number of online medicines buyers is small, there is still a need for communication and promotion to inform students about the safe online purchase of medicines and other pharmaceutical preparations.
Kata Kunci : Online, Obat, Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan