Perilaku Seksual Remaja Yang Tinggal di Kawasan Prostitusi (Studi Tentang Perilaku Seksual Remaja Yang Tinggal di Kawasan Prostitusi Ngebong, Kampung Jlagran, Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen, Yogyakarta)
WINDA PRASTIKA S, Dr. Tri Winarni Soenarto Putri, SU
2021 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN SOSIAL DAN KESEJAHTERAANHingga kini prostitusi masih menjadi permasalahan yang sulit untuk dituntaskan. Keberadaannya di tengah kehidupan masyarakat seringkali menimbulkan berbagai masalah sosial baru. Salah satu masalah sosial yang timbul akibat keberadaan prostitusi adalah munculnya perilaku seksual remaja yang tidak sesuai dengan norma di masyarakat dan berisiko terhadap Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku seksual remaja yang tinggal di kawasan prostitusi dan faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini dilakukan di kawasan prostitusi Ngebong, atau lebih tepatnya di Kampung Jlagran, Yogyakarta. Proses penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif. Dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan 8 remaja, 6 orang tua, 2 PSK, dan 1 pihak pemerintah agar data yang didapatkan bervariasi. Sedangkan dalam proses penentuan informan digunakan teknik purposive sampling dan snowball sampling. Selanjutnya teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Terbentuknya perilaku seksual remaja di kawasan prostitusi Ngebong tidak bisa dilepaskan dari pengaruh keberadaan prostitusi itu sendiri. Karena sejak kecil sudah terbiasa hidup berdampingan dengan prostitusi para remaja ini akhirnya menganggap seks bebas adalah hal lumrah yang boleh dilakukan oleh siapa saja. Namun perilaku seksual remaja terebut tidak semata-mata hanya dipengaruhi oleh keberadaan prostitusi saja tetapi juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, yaitu faktor pengetahuan, kepercayaan / religiusitas, keluarga, teman sebaya, dan media online. Selama proses penelitian berlangsung peneliti menemui banyak kendala karena penelitian dilakukan saat pandemi Covid-19. Keadaan pandemi tersebut mengakibatkan proses obsrvasi dan wawancara menjadi tidak maksimal karena keterbatasan untuk melakukan interaksi langsung dengan masyarakat.
Nowadays prostitution is still an unsolved problem. Its existence in the middle of the society often cause many other social problems. One of many problems that is caused by the existence of prostitution is the occurrence of teenagers’ sexual misbehavior and the risk of unwanted pregnancies. This research aims to find out the big picture of the sexual behavior of the teenagers living in the prostitution neighborhood and factors influencing it. This research is conducted in a prostitution neighborhood named Ngebong in Kampung Jlagran, Yogyakarta. Descriptive qualitative method were conducted during the research process. In this study, researchers conducted interviews with 8 teenagers, 6 parents, 2 sex workers, and 1 government party so that the data obtained varied. The techniques used to specify the informan of the research are the purposive and snowball sampling techniques. Meanwhile, the data was gathered using observations, interviews, and documentations. The formation of teenagers’ sexual behavior in Ngebong prostitution area cannot be separated from the influence of the existence of prostitution itself. Because since childhood, the teenagers are accustomed to coexist with prostitution, these teenagers finally think that free sex is a normal thing that can be done by anyone. However, the teenagers’ sexual behavior is not only influenced by the presence of prostitution but also influenced by other factors, such as the knowledge, belief / religiosity, family, peers, and online media. During the research process, researchers encountered many obstacles because the research was carried out during the Covid-19 pandemic. The pandemic situation resulted in the observation and interview process being not optimal due to limitations in direct interaction with the community.
Kata Kunci : Prostitusi, Remaja, Perilaku Seksual, Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD), Ngebong