Laporkan Masalah

PEMERTAHANAN BAHASA PATANI DI DESA TEPELEO BATUDUA KABUPATEN HALMAHERA TENGAH

ASHRYANI S. M. KAMAL, Dr. Hayatul Cholsy, M.Hum.

2021 | Tesis | MAGISTER LINGUISTIK

Pemertahanan bahasa tidak terlepas dari ancaman kepunahan bahasa, hal ini telah menjadi topik hangat yang memerlukan perhatian serius para linguis. Terutama pada bahasa-bahasa kecil yang merupakan bahasa lisan dan belum memiliki sistem ejaan resmi, salah satunya adalah bahasa Patani (BP). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi pemertahanan BP serta mengidentifikasi vitalitas BP. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan, yakni pendeskripsian pola pemakaian BP, pengukuran vitalitas BP dengan model pengukuruan EGIDS, dan analisis konversi kriteria vitalitas bahasa oleh Grimes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya pemertahanan bahasa penutur BP di Desa Tepeleo Batudua adalah memakai BP pada hampir sebagian besar ranah pemakaian bahasa rumah yakni pada 11 indeks sosial pemakaian bahasa daerah serta mengajarkan BP kepada imigran secara lisan. Data tersebut didukung dengan data model pengukuran EGIDS yang menunjukkan bahwa pemakaian BP berada pada skala safe level 6a kategori vigorous yakni pemakaian BP dipakai secara utuh dan luas oleh penutur, dan sebagian besar penutur mentransmisikannya ke generasi selanjutnya atau beberapa di antara penutur dewasa tidak mentransmisikan ke generasi selanjutnya. Selain itu, BP juga digolongkan dalam kategori bahasa stabil tapi berpotensi mengalami kemunduran pada tabel uji vitalitas bahasa home oleh Grimes 2000 yakni BP berada pada level 4.

Language maintenance is inseparable from the threatened of language extinction, this study has become a crucial topic that requires linguists' serious attention. Especially in small languages which are spoken languages and do not have letters particularly Patani language (BP). This study aims to identify and describe the strategies of language revitalization. The analysis was carried out in three stages consist of the describing the pattern of BP usage, measuring the use of BP vitality using EGIDS measurement model, and analyzing the conversion of language vitality criteria by Grimes. The results of this study indicate that to maintain BP language as a home language by the speakers in Tepeleo Batudua Village is used BP in most areas particularly 11 social indexes of mother tongue and teaching BP orally to the immigrants. The data is supported by the EGIDS measurement model data which shows that the use of BP is on a safe level and 6a scale of vigorous category. The use of BP is used-fully and extensively by speakers, and most speakers transmit it to the next generation or some of the adult speakers do not transmit it to the next generation. In addition, BP is also classified in the category of stable language but has the potential to experience setbacks on the home language vitality test table by Grimes 2000 and it shows BP is at 4th level.

Kata Kunci : Pemertahanan Bahasa, Vitalitas Bahasa, Bahasa Patani

  1. S2-2021-449328-abstract.pdf  
  2. S2-2021-449328-bibliography.pdf  
  3. S2-2021-449328-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2021-449328-title.pdf