Laporkan Masalah

Evaluasi pelaksanaan pelatihan menjaga mutu terhadap pelayanan antenatal di Kabupaten Tasikmalaya

NURHAYATI, Tuti, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,Sp.OG.,PhD

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, sebagai uji coba, Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya telah menerapkan program jaminan mutu (qualify assurance) di 22 Puskesmas, dengan petugasnya (52 orang bidan) pada tahun 1998 telah mendapatkan pelatihan menjaga mutu. Pelatihan tersebut telah berjalan 2,5 tahun, tetapi sampai saat ini belum diketahui bagaimana efektivitas pelayanan antenatal yang diberikan kepada ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pelatihan menjaga mutu yang telah dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya dapat meningkatkan pelayananan antenatal kepada ibu hamil yang berkunjung ke Puskesmas untuk memeriksakan kehamilan kepada bidan. Yang diteliti adalah apakah pelatihan menjaga mutu yang telah diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten tasikmalaya dapat meningkatkan pengetahuan bidan tentang pelayanan antenatal, sikap bidan terhadap pelayanan antenatal, dan keterampilan bidan dalam menerapkan pelayanan antenatal. Metode : Penelitian ini termasuk penelitian cross sectional, yang merupakan salah satu bentuk studi observasional (non-eksperimental). Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan bidan tentang pelayanan antenatal, rata-rata skor sikap bidan terhadap pelayanan antenatal, dan rata-rata skor keterampilan bidan dalam melaksanakan pelayanan antenatal dari bidan yang sudah mengikuti pelatihan menjaga mutu secara signifikan lebih baik daripada bidan yang belum mengikuti pelatihan menjaga mutu. Kesimpulan : Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelatihan menjaga mutu yang dilaksanakan Dinas Kesehatam Kabupaten Tasikmalaya telah dilaksanakan secara efektif.

Background : In increasing the quality of the health services, as a try out, The Health Institution of Tasikmalaya had held the training of quality assurance (quality assurance programe) at 22 Public Health Centres with 52 officers (midwife) had been trained in 1998. This training had been performed within 2.5 years, but till now, it has not been known how for the effectivity of antenatal care which was given to the pragnant-women who visited Public Health Centre. Objective : The purpose of this research was to know the effectivity of quality assurance training that had been done by health institution regency of Tasikmalaya. The parameters which had been evaluated were : the knowledge difference about antenatal care, the attitude of midwife toward antenatal care, and the skill of midwife in conducting antenatal care between midwife who had followed the quality assurance training and the midwife who has not followed the quality assurance training. Methods : The research included to cross sectional research which was one of the form of observational study (non-experimental). Result : The result of research showed that the average score of midwife knowledge about antenatal care, average score of midwife attitude toward antenatal care, and the average score of midwife skill in conducting antenatal care who had followed quality assurance training were significantly better than midwife who has not followed quality assurance training. Conclusions : From this research, it can be concluded that training of quality assurance held by health institution regency of Tasikmalaya had been conducted effectively.

Kata Kunci : Evaluasi, Pelatihan menjaga mutu, Pelayanan antenatal, Pengetahuan Sikap, Keterampilan, Evaluation, Training of quality assurance, Antenatal care Knowledge, Attitude, Skill


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.