Laporkan Masalah

Hubungan kualitas pelayanan antenatal dengan pemilihan penolong persalinan di Kabupaten Purworejo

RUMASEB, Ester, Prof.dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,Sp.OG.,PhD

2002 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latarbelakang: Angka kematian ibu masih tinggi di kawasan negara berkembang dan merupakan barometer pelayanan kesehatan ibu di suatu negara. Salah satu penyebab kematian ibu adalah masih banyak persalinan tradisional yang ditolong oleh dukun. Cakupan pelayanan antenatal di Kabupaten Purworej o lebih dari 90 persen, penolong persalinan tenaga kesehatan 56 persen dan penolong persalinan bukan tenaga kesehatan 43 persen. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui pelayanan antenatal dan konseling hubungannya dengan pemilihan penolong persalinan tenaga kesehatan. Metode: penelitian non eksperrmentaal dengan rancangan case-control, sebagai kasus adalah 50 ibu yang bersalin pada tenaga kesehatan dan kontrol adalah 50 jbu yang bersalin bukan tenaga kesehatan. Variabel bebas adalah kualitas pelayanan antenatal dan konseling, dan variabel terikat adalah pemilihan penolong persalinan. Variabel luar sebagai variabel kontrol adalah Umur, pendidikan, penghasilan, tempat periksa yang sering dikunjungi, frekuensi kunjungan, dan pengambil keputusan. Hasil: pelayanan konseling yang baik akan meningkatkan pemilihan penolong persalinan sebesar 4 kali iebih tinggi (p<0.05), &banding dengan pelayanan konseling yang kurang. Faktor lain yang dapat menentukan pemilihan penolong persalinan adalah tempat periksa hamil di praktek swasta. Kesimpulan: Pemilihan penolong persalinan pada tenaga kesehatan dapat ditentukan oleh pelayanan antenatal khususnya konseling yang diterima selama masa kehamilan, dan tempat pelayanan yang di knjungi untuk periksa hamil.

Background: The maternal mortality rate is still high in developing countries and considered as a barometer for health service of mother in a certain countries. One of the causes of mother’s is that there are still many traditional delivery care by traditional birth attendants. The antenatal care coverage in Purworejo regency is higher that 90 percent, codinement health worker was 56 percent and assistant of non-health workers staff 43 percent. Objectives: This study was aimed at finding out the antenatal service and counseling and their relationship with the choice of confinement health worker. Methods: This was a non-experimental study using a case-control design. The cases were fifty mothers confined with health workers and the control group consisted of fifty mothers confined with non-health workers. The independent variables were counseling and antenatal service quality while the dependent variables as control variable were age, education, income, check-up location to visit, frequency of visit, and decision making. Results: Good counseling service would increase the choice of confinement 4 times higher (p

Kata Kunci : kualitas antenatal, konseling, penolong persalinan, antenatal quality, counseling, confinement


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.