Dinamika Harga Bawang Putih di Provinsi Jawa Tengah
M RIFA'I DEWANTARA, Dr. Jamhari, S.P., M.P. ; Azizatun Nurhayati, S.P., M.Sc
2021 | Skripsi | S1 EKONOMI PERTANIAN DAN AGRIBISNISBawang putih merupakan tanaman hortikultura yang memiliki permintaan yang tinggi. Namun permintaan yang tinggi tidak diimbangi dengan produksi yang tinggi sehingga ketidakseimbangan permintaan dan penawaran yang dapat menyebabkan fluktuasi harga. Tujuan penelitian ini adalah: 1)Mengetahui perilaku harga bawang putih di provinsi Jawa Tengah pada periode 2016 sampai 2020. 2)Mengetahui volatilitas harga bawang putih di provinsi Jawa Tengah pada periode 2016 sampai 2020. 3)Melakukan prakiraan harga bawang putih di provinsi Jawa Tengah pada periode 2021. Perilaku harga bawang putih di analisis menggunakan analisis tren linier dan koefisien variasi. Nilai volatilitas bawang putih diketahui dengan menggunakan model ARCH/GARCH (Autoregressive Conditional Heteroscedasticity/Generate Autoregressive Conditional Heteroscedasticity). Prakiraan harga bawang putih dilakukan dengan menggunakan model ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average). Hasil penelitian menunjukkan : perilaku harga bawang putih di Provinsi Jawa Tengah berfluktuasi sepanjang periode 2016 sampai 2020 dengan nilai koefisien variasi sebesar 28%. Volatilitas harga bawang putih di provinsi jawa tengah bersifat konstan sepanjang periode 2016 sampai 2020, dan hasil prakiraan harga bawang putih pada periode 2021 selalu mengalami kenaikan setiap bulannya.
Garlic is a horticultural crop that has a high demand. However, high demand is not matched by high production, resulting in a demand and supply imbalance that can cause price fluctuations. The aims of this study are: 1) To know the price behavior of garlic in Central Java province in the period 2016 until 2020. 2) To know the volatility of garlic prices in Central Java province in the period 2016 until 2020. 3) To forecast the price of garlic in Central Java province. in the 2021 period. The behavior of garlic prices is analyzed using linear trend analysis and coefficient of variation. The volatility value of garlic is known by using the ARCH/GARCH (Autoregressive Conditional Heteroscedasticity/Generate Autoregressive Conditional Heteroscedasticity) model. Garlic price forecasts were carried out using the ARIMA (Autoregressive Integrated Moving Average) model. The results showed: the behavior of garlic prices in Central Java Province fluctuated throughout the 2016 until 2020 period with a coefficient of variation of 28%, garlic price volatility in Central Java province is constant throughout the 2016 until 2020 period, and the results of the forecast for garlic prices in the 2021 period always increase every month.
Kata Kunci : Bawang Putih, Perilaku Harga, Volatilitas, Prakiraan, ARIMA