PARTISIPASI MASYARAKAT DESA DALAM PERENCANAAN DANA DESA Studi Kasus : Pengelolaan Dana Desa di Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman
HENING GINANJAR M, Dra.Ratnawasi, S.U
2021 | Skripsi | S1 POLITIK DAN PEMERINTAHANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi masyarakat dalam perencanaan dana desa di Desa Maguwoharjo Tahun 2020 dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat Desa Maguwoharjo dalam merencanakan penggunaan dana desa. Penelitian ini termasuk pada jenis penelitian kualitatif menggunakan metode deskriprif. Penelitian deskriptif kualitatif adalah suatu penelitian ilmiah yang bertujuan untuk memahami suatu fenomena dalam konteks sosial secara ilmiah dengan mengedepankan proses interaksi komunikasi yang mendalam antara peneliti dengan fenomena yang diteliti. Lokasi penelitian ini akan fokus pada Kantor Desa, Kantor Badan Permusyawaratan Desa, dan Masyarakat Desa Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Informan penelitian ini adalah kepala desa, perwakilan BPD, dan masyarakat. Data dikumpulkan mengggunakan wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Dalam penelitian deskriptif, maka pengolahan data ini penulis menggunakan metode analisis kualitatif yaitu analisis yang digunakan terhadap suatu data yang telah dikumpulkan, kemudian diklasifikasikan, disusun, dijelaskan yakni digambarkan dengan kata-kata atau kalimat yang digunakan untuk memperoleh kesimpulan dan membuat temuan-temuan umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum partisipasi masyarakat Maguwoharjo dalam perencanaan dana desa di Desa Maguwoharjo masih terbilang rendah. Partisipasi yang terjadi hanya sebatas pemberian informasi dari pemangku kepentingan desa kepada masyarakat. Masyarakat hanya diberikan informasi bahwasannya desa Maguwoharjo akan mengadakan rapat perencanaan dana desa. Rendahnya partisipasi masyarakat disebabkan karena kesadaran dan kemampuan masyarakat desa Maguwoharjo dalam kegiatan pembangunan desa masih rendah serta pemerintah desa masih membatasi ruang partisipasi masyarakat. Dengan demikian, bisa dikatakan adanya kekuasaan elit desa dalam perencanaan dan pengelolaan dana desa adalah partisipasi yang terjadi masih rendah. Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat adalah rendahnya tingkat pendidikan masyarakat yang mengakibatkan masyarakat mengalami keterbatasan pengetahuan dan keterampilan. Mata pencaharian masyarakat yang masih pada sektor informal. Kemampuan berpartisipasi masyarakat yang juga rendah. Selain dari keadaan masyarakat, juga dipengaruhi dari keadaan luar seperti stakeholder. Dimana masih kuatnya relasi kuasa yang ada di Desa Maguwoharjo, kepala desa masih mendominasi dalam ruang partisipasi. Kemampuan dari stakeholder dalam memberikan informasi secara utuh dan lengkap dan tidak adanya pengawasn dari kepala desa terhadap hal tersebut. Kata Kunci: Partisipasi Masyarakat, Perencanaan Dana Desa, Maguwoharjo
ABSTRACT This study aims to determine community participation in planning village funds in Maguwoharjo Village in 2020 and to determine the factors that affect the participation of the Maguwoharjo Village community in planning the use of village funds. This research belongs to the type of qualitative research using descriptive methods. Qualitative descriptive research is a scientific research that aims to understand a phenomenon in a social context scientifically by promoting a deep communication interaction process between researchers and the phenomenon under study. The location of this research will focus on the Village Office, the Village Consultative Body Office, and the Maguwoharjo Village Community, Depok District, Sleman Regency, Yogyakarta Special Region Province. The informants of this study were the village head, representatives of the BPD, and the community. Data were collected using interviews, questionnaires, and documentation. In descriptive research, the writer uses qualitative analysis methods, namely the analysis used to analyze data that has been collected, then classified, compiled, explained, which is described in words or sentences used to obtain conclusions and make general findings. The results showed that in general the participation of the Maguwoharjo community in planning village funds in Maguwoharjo Village was still low. Participation that occurs is limited to providing information from village stakeholders to the community. The community was only given information that Maguwoharjo village would hold a village fund planning meeting. The low community participation is due to the low awareness and ability of the Maguwoharjo village community in village development activities and the village government still limiting the space for community participation. Thus, it can be said that the existence of the power of the village elite in planning and managing village funds is that participation is still low. The factors that influence community participation are the low level of community education which results in the community experiencing limited knowledge and skills. The livelihoods of people who are still in the informal sector. The ability to participate in the community is also low. Apart from the condition of the community, it is also influenced by external conditions such as stakeholders. Where the power relations that exist in Maguwoharjo Village are still strong, the village head still dominates the participation space. The ability of stakeholders to provide complete and complete information and the absence of supervision from the village head on this matter. Keywords: Community Participation, Village Fund Planning, Maguwoharjo
Kata Kunci : dana desa,partisipasi masyarakat