Laporkan Masalah

Persepsi Wisatawan Terhadap Obyek Daya Tarik Wisata Alam Hutan Tlogo Nirmolo Taman Nasional Gunung Merapi

ADHITYA ALFATH A, Dr. Silvi Nur Oktalina, S.Hut., M.Si.

2021 | Tugas Akhir | D3 PENGELOLAAN HUTAN

Wisata alam Hutan Tlogo Nirmolo memiliki dua daya tarik utama yaitu Bukit Plawangan dan Goa Jepang. Daya tarik Bukit Plawangan adalah pemandangan Gunung Merapi dan kawasan hutan dari atas bukit, sedangkan daya tarik Goa Jepang adalah goa peninggalan zaman penjajahan Jepang dan memiliki nilai historis. Wisata alam Hutan Tlogo Nirmolo memiliki potensi yang cukup besar namun masih kurang optimal dalam pengelolaanya. Aspek keberhasilan dalam pengelolaan wisata adalah pengelolaan atraksi, aksesbilitas, amenitas, dan pelayanan wisata yang baik. Oleh karena itu penelitian ini digunakan untuk melakukan penilaian obyek daya Tarik wisata alam Hutan Wisata Alam Tlogo Nirmolo dan mengetahui persepsi pengunjung terhadap wisata alam Hutan Tlogo Nirmolo. Pengambilan data menggunakan observasi dan melakukan penilaian Analisis Daerah Operasi Obyek Daya Tarik Wisata Alam (ADO-ODTWA) berdasarkan tabel penilaian oleh Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (Dirjen PHKA). Selain itu menggunakan kuesioner kepada wisatawan dan studi pustaka. Hasil pengamatan ODTWA menunjukkan bahwa aspek atraksi, amenitas, akomodasi dan sarana dan prasarana penunjang memperoleh indeks kelayakan baik. Secara keseluruhan Hutan Tlogo Nirmolo memperoleh indeks kelayakan 95,14 artinya Hutan Tlogo Nirmolo termasuk dalam kategori layak dikembangkan. Untuk persepsi wisatawan terdapat beberapa kekurangan seperti tidak adanya toko souvenir, angkutan umum, kondisi toilet yang kurang terawat dan media sosial. Namun secara keseluruhan persepsi wisatawan mengenai atraksi, aksesibilitas, amenitas dan pelayanan Hutan Tlogo Nirmolo termasuk kategori baik.

Tlogo Nirmolo Forest has two main attractions, namely Plawangan Hill and Japanese Cave. The attraction of Plawangan Hill is that it can see views of Mount Merapi and the forest area from the top of the hill. Meanwhile, the attraction of the Japanese Cave is a cave from the Japanese colonial era and has historical value. Nature tourism in the Tlogo Nirmolo Tourism Forest has considerable potential but is still not optimal in its management. Aspects of success in tourism management are good management of attractions, accessibility, amenities, and tourism services. Therefore, this research is used to assess the natural tourist attraction of the Tlogo Nirmolo Nature Tourism Forest and find out visitors' perceptions of the natural tourism of the Tlogo Nirmolo Tourism Forest. The data collecting using observations conducted an ADO ODTWA assessment based on the Directorate General of Forest Protection and Nature Conservation (Directorate General of PHKA). In addition, it is using a questionnaire for tourists and a literature study. ODTWA observations indicate that attractions, amenities, accommodation, and supporting facilities and infrastructure obtain a good feasibility index. Overall the Tlogo Nirmolo Tourism Forest obtained a feasibility index of 95.14. This index means that the Tlogo Nirmolo Tourism Forest is in the category of feasible to be developed. For tourists' perceptions, there are several shortcomings: the absence of a souvenir shop, public transportation, poorly maintained toilet conditions, and social media. However, overall, tourists' perception regarding the attractions, accessibility, amenities, and services of the Tlogo Nirmolo Tourism Forest is in a suitable category.

Kata Kunci : Indeks kelayakan, observasi, ODTWA, Tlogo Nirmolo, Wisata alam

  1. D3-2021-431797-abstract.pdf  
  2. D3-2021-431797-bibliography.pdf  
  3. D3-2021-431797-tableofcontent.pdf  
  4. D3-2021-431797-title.pdf