PERANCANGAN STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL (SPO) IDENTIFIKASI PASIEN YANG TIDAK MEMILIKI IDENTITAS DI UGD RSU MITRA PARAMEDIKA YOGYAKARTA
GRACE PALAJUKAN, Dina Fitriana Rosyada, SKM.,M.KL.
2021 | Tugas Akhir | D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATANLatar Belakang: Berdasarkan hasil wawancara diketahui bahwa ada seorang pasien gangguan jiwa tanpa identitas kecelakaan sehingga petugas pelayanan di UGD hanya dapat memberikan pelayanan dan tindakan, dan petugas pendaftaran memberi identitas dengan nama yang disamarkan. Hal tersebut mengacu pada peraturan PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008 yang dimaksud rekam medis adalah berkas yang berisi catatan dan dokumen antara lain identitas pasien, hasil pemeriksaan, pengobatan yang telah diberikan, serta tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien Tujuan: Merancang standar prosedur operasional (SPO) Identifikasi Pasien yang Tidak Memiliki Identitas Di RSU Mitra Paramedika Yogyakarta Metode Penelitian: Perancangan ini dilaksanakan di RSU Mitra Paramedika Yogyakarta, pada bulan Januari s.d Juni. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, kuisioner, dan dokumentasi dan sampai pada tahap uji coba dengan membagikan kuisioner. Subjek dalam perancangan ini adalah Dokter, Perawat, Kepala rekam Medis, Perekam Medis, dan Petugas Pendaftaran. Dan output yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah SPO identifikasi pasien yang tidak memiliki identitas sesuai dengan Tata Naskah di RSU Mitra Paramedika Yogyakarta. Hasil: Rancangan SPO Identifikasi Pasien Yang Tidak Memiliki Identitas ini sudah sesuai dengan kebutuhan RSU Mitra Paramedika Yogyakarta. Kesimpulan: telah dilakukan penyusunan SPO identifikasi pasien yang tidak memiliki identitas sesuai dengan kebutuhan dan format yang ditetapkan RSU Mitra Paramedika Yogyakarta.
Background: Based on the results of the interview, it is known that there is a mental patient without an accident identity so that the service officer in the ER can only provide services and actions, and the registration officer gives an identity with an disguised name. This refers to the regulation of PERMENKES No: 269/MENKES/PER/III/2008 which means a medical record is a file containing records and documents including patient identity, examination results, treatment that has been given, as well as other actions and services that have been provided to patient. Objectives: Designing standard operating procedures (SOPs) to identify patients who do not have an identity at Mitra Paramedika Hospital Yogyakarta Method: This design was carried out at Mitra Paramedika General Hospital Yogyakarta, from January to June. The method of data collection was done by interview, observation, questionnaire, and documentation and arrived at the trial stage by distributing questionnaires. The subjects in this design are Doctors, Nurses, Head of Medical Records, Medical Recorders, and Registration Officers. And the output produced in this study is the SOP for identifying patients who do not have an identity according to the Manuscripts at Mitra Paramedika Hospital Yogyakarta. Result: The design of the SOP for the identification of patients who do not have an identity is in accordance with the needs of RSU Mitra Paramedika Yogyakarta. Conclusion: The SOP for identifying patients who do not have an identity has been carried out in accordance with the needs and formats set by Mitra Paramedika Hospital Yogyakarta.
Kata Kunci : Perancangan, Identifikasi Pasien, Pasien Tanpa Identitas, SPO / Design, Patient Identification, Patient Without Identity, SOP