Laporkan Masalah

Penyusunan Dokumen Lingkungan Hidup Atas Pertambangan Mineral Batuan Di Desa Keposong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah Ditinjau Dari Aspek Penataan Ruang dan Partisipasi Publik

WELI FEBRIANTO, I Gusti Agung Made Wardana, S.H., LL.M., Ph.D.

2021 | Skripsi | S1 HUKUM

Penelitian dalam penulisan hukum ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana penyusunan dokumen lingkungan hidup atas pertambangan mineral batuan di Desa Keposong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ditinjau dari aspek penataan ruang dan partisipasi publik. Penulisan ini juga bertujuan untuk mengetahui dan menganalisa adalah bagaimana peruntukan ruang dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan partisipasi publik dalam penyusunan dokumen lingkungan hidup pada pertambangan mineral batuan di Desa Keposong, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian normatif empiris dan bersifat deskriptif. Dalam penelitian ini, dilakukan penelitian keperpustakaan untuk memperoleh data sekunder berupa bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Selain itu, juga dilakukan penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer melalui wawancara dengan beberapa narasumber. Data yang terkumpul dan hasil penelitian kemudian dianalisis secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: pertama, penyusunan dokumen lingkungan hidup UKL-UPL tidak dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan rencana tata ruang, lokasi pertambangan berada di luar koordinat Wilayah Izin Usaha Pertambangan. Kedua, partisipasi publik tidak diindahkan dalam proses penyusunan dokumen lingkungan hidup dan izin lingkungan yang mengakibatkan berbagai bentuk dampak atas pertambangan mineral batuan di Desa Keposong.

This thesis aims to determine and analyze the making procedure of environmental documents concerning rock mineral mining in Keposong Village, Boyolali Regency, Central Java, from spatial planning and public participation aspects. This writing also aims to determine and analyze how space is allocated in the Regional Spatial Plan (RTRW) and public participation in the drafting procedure of environmental documents on rock mineral mining in Keposong Village, Boyolali Regency, Central Java. This research employs a normative empirical research method and a descriptive analysis. In this study, library research was conducted to obtain secondary data in the form of primary, secondary and tertiary legal materials. In addition, field research was also carried out to obtain primary data through interviews with several sources. The data collected and the research results were analyzed qualitatively. It finds that: first, the drafting procedure of environmental documents for the UKL-UPL was not carried out in accordance with the prevailing laws and regulations. Based on the spatial plan, the mining location is outside the coordinates of the Mining Business Permit Area. Second, the public participation procedure was ignored in the process of drafting procedure environmental documents and environmental permits which resulted in various forms of impact on rock mineral mining in Keposong Village.

Kata Kunci : Dokumen Lingkungan Hidup, Pertambangan mineral batuan, Tata Ruang, Partisipasi Publik / Environmental Documents, Rock Mineral Mining, Spatial Planning, Public Participation.

  1. S1-2021-409059-abstract.pdf  
  2. S1-2021-409059-bibliography.pdf  
  3. S1-2021-409059-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2021-409059-title.pdf