Laporkan Masalah

Evaluasi Daerah Rawan Kecelakaan Ruas Jalan Raya Jogja-Solo Km 17-48 Kabupaten Klaten

M YUSUF IZZUL NUR M, Ir. Heru Budi Utomo, MT.

2021 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPIL

Transportasi dan lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan aktifitas di jalan. Transportasi khususnya darat memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan ekonomi, menciptakan keamanan, ketertiban, keselamatan dan kelancaran dalam berlalu lintas di jalan raya. Selain itu transportasi merupakan cermin budaya masyarakat, dalam artian bahwa pada suatu wilayah telah dapat diwujudkan masyarakat sadar hukum dan memahami pentingnya hidup yang tertib dalam berlalu lintas. Ruas jalan Raya Jogja-Solo17-48 di Kabupaten Klaten merupakan salah satu kota di Indonesia yang perlu dievaluasi karena merupakan daerah rawan kecelakaan lalu lintas darat. Adanya kondisi tersebut, maka perlu evaluasi daerah rawan kecelakaan ruas Jalan Raya Jogja-Solo Km 17-48 menggunakan metode pengambilan data sekunder di instansi kepolisian. Selanjutnya dilakukan analisis data secara langsung maupun tidak langsung, kemudian dilanjutkan observasi secara langsung di lapangan untuk mengambil data geometri jalan, kondisi jalan, dan kondisi lingkungan sekitar. Hasil analisis data menunjukkan bahwa survei evaluasi di lokasi jalan raya Jogja-Solo km 17-48, terdapat ketidaksesuaian dengan standar yang telah ditetapkan, yaitu kurangnya perletakaan rambu-rambu lalu lintas pada setiap simpang tak bersinyal dan U-Trun. Posisi rambu yang terhalang oleh pepohonan, warna rambu yang sudah mulai pudar, penggunaan rambu larangan yang tidak ditempatkan pada jarak secara berulang. Ketidaksesuaian lain yaitu banyak pengendara melawan arus Contra Flow dan melanggar lampu APILL. Jenis tipe tabrakan yang sering terjadi adalah tabrakan depan-samping dengan proporsi 39,10%. Tabel Perangkingan daerah rawan kecelakaan berdasarkan lokasi terparah kejadian menunjukan lokasi kecelakaan KM. 46+800 - KM. 48+300 dengan jumlah kecelakaan 84 kejadian.

Transportation and traffic are the lifeblood of activities on the road. Transportation, especially land has an important role in supporting economic development, creating security, order, safety and smoothness in traffic on the highway. In addition, transportation reflects the culture of the community, in the sense that in an area, people are aware of the law and understand the importance of an orderly life in traffic. The Jogja-Solo17-48 highway section in Klaten Regency is one of the cities in Indonesia that needs to be evaluated because it is an area prone to land traffic accidents. Given these conditions, it is necessary to evaluate the accident-prone areas of the Jalan Raya Jogja-Solo Km 17-48 using the secondary data collection method at the police agency. Furthermore, data analysis was carried out directly or indirectly, then continued with direct observation in the field to collect data on road geometry, road conditions, and environmental conditions. The results of data analysis showed that the evaluation survey at the location of the Jogja-Solo highway km 17-48, there was a discrepancy with the established standards, namely the lack of traffic signs at each unsignalized intersection and U-Trun. The position of the signs that are blocked by trees, the color of the signs that have started to fade, the use of prohibited signs that are not placed at a distance repeatedly. Another discrepancy is that many riders go against the Contra Flow current and violate the APILL lamp. The types of collisions that often occur are front-side collisions with a proportion of 39.10%. Table Ranking of accident-prone areas based on the location of the worst incident shows the location of the KM accident. 46+800 - KM. 48+300 with a total of 84 accidents.

Kata Kunci : Jalan Raya Jogja-Solo, Rambu lalu lintas, kecelakaan lalu lintas, daerah rawan kecelakaan

  1. D4-2021-400574-Abstract.pdf  
  2. D4-2021-400574-Bibliography.pdf  
  3. D4-2021-400574-TableofContent.pdf  
  4. D4-2021-400574-Title.pdf